Tirtahadi Sendjaja Bersama Tim Akan Jadikan PSMTI Sebagai Solution Hub Bagi Ormas Tionghoa di Indonesia.
Ada bidang baru dalam kepengurusan pusat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) periode 2022-2026. Bidang tersebut yakni bidang organisasi masyarakat (ormas) Tionghoa.
Bidang ormas Tionghoa ini, dipimpin oleh calon Wakil Ketua Umum Tirtahadi Sendjaja. Dipercayakannya Tirtahadi Sendjaja mengurusi bidang ormas Tionghoa karena telah memiliki banyak pengalaman di organisasi masyarakat.
Bidang ormas Tionghoa ini, masuk bersama tiga bidang lainnya yakni bidang Digital dan Teknologi Informasi, bidang Marga-marga dan bidang Hubungan Luar Negeri. Kempat bidang tersebut dibawah koordinasi Martinus Johnnie Sugiarto.
Pada Senin, (06/06/2022) di Hotel Aston Kartika Grogol, Martinus Johnnie Sugiarto mengundang para calon Waketum di bidang tersebut untuk rapat koordinasi membahas program yang akan dijalankan.

Untuk bidang Ormas Tionghoa, Tirtahadi bersama tim telah mengusung sejumlah program, yakni melakukan pendataan atau mapping terhadap ormas Tionghoa yang ada di Indonesia.
Kemudian, menjalin kerja sama PSMTI dengan ormas-ormas Tionghoa untuk bidang antara lain sosial, budaya dan hukum. Berikutnya, mendorong ormas-ormas Tionghoa membentuk divisi kepemudaan untuk regenerasi dan yang terakhir memperkokoh kerja sama ormas Tionghoa dengan bidang lain.
Program-program tersebut, akan dikerjakan untuk satu tujuan yakni menjadikan PSMTI sebagai solution hub bagi ormas tionghoa di Indonesia.
Tirtahadi menyampaikan bahwa timnya akan berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya, agar program yang diusung tersebut dapat dijalankan sesuai dengan harapan.
“Bidang ormas Tionghoa ini, baru periode sekarang baru ada, yang lalu-lalu itu belum ada selama ini. Mungkin kita sudah lama di PSMTI tapi ini tugas baru, jadi kita akan menyesuaikan dengan keadaan. Kita akan berusaha semampu kita untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin,” kata Tirtahadi saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News usai rakor Waketum.

Menurut Tirtahadi, yang harus menjadi perhatian bersama adalah memperkuat regenerasi pada setiap ormas Tionghoa. Regenerasi saat ini, menjadi permasalahan yang harus dibenahi, pasalnya jumlah keterlibatan generasi muda sangat kecil di ormas Tionghoa, bahkan ada yang tidak ada sama sekali.
Tekait hal tersebut, Tirtahadi berharap para Ketua ormas Tionghoa untuk mengajak anak kandungnya untuk bergabung di kepengurusan. Hal ini penting karena generasi muda merupakan generasi yang memiliki semangat tinggi dan kaya akan ide sehingga dapat melahirkan inovasi-inovasi yang dapat bermanfaat bagi organisasinya.
“Saya mengharapkan nanti, mungkin ketua-ketua PSMTI untuk mengajak anaknya sendiri. Misalnya saya nih, saya akan ajak anak saya ikut termasuk ke organisasi Tionghoa dan saya juga mengharapkan semua ketua-ketua Ormas Tionghoa ajak lah anaknya kalau kita tidak bisa mengajak anak kita sendiri bagaimana kita mengajak orang lain, minimal begitu. Itu sih yang saya harapkan,” ujar Tirtahadi.
Ia menilai, kehadiran ormas Tionghoa memberikan sumbangsih yang besar terhadap bangsa dan negara. Tidak sedikit, ormas Tionghoa yang ada di Indonesia terjun membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan yang sedang dihadapi , seperti pandemi Covid-19.

“Banyak yang dihasilkan untuk negara, karena ormas Tionghoa potensinya untuk pembangunan atau untuk di segala bidang akan sangat besar dampak positifnya. Jadi saya pikir nanti bisa berjasa untuk nusa dan bangsa,” ungkap Tirtahadi.
Program bidang ormas Tionghoa ini, nantinya akan dibawa pada rapat rencana kerja yang dilangsungkan setelah pelantikan Pengurus pusat PSMTI periode 2022-2026 pada 6 Juli 2022 mendatang. Jika Ketua Umum PSMTI menyetujui maka program tersebut dapat segera dijalankan oleh Waketum bidang ormas bersama timnya.
