UNWTO Apresiasi Komitmen Indonesia Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

0
50861992_2270701479649301_2075582682829422592_n

Menteri Pariwisata beserta delegasi Indonesia bertemu dengan Sekretaris Jenderal United Nations World Tourism Organization (UNWTO) dalam acara promosi pariwisata FITUR di Madrid, Spanyol. Tujuan pertemuan Menpar dengan SekJen UNWTO adalah untuk menyampaikan informasi terbaru terkait pariwisata Indonesia.

“Pertemuan saya dengan SekJen UNWTO kali ini bertujuan untuk update informasi terbaru mengenai pariwisata Indonesia, terutama mengenai Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism for Development, pengembangan Homestay di Desa Wisata, dan komitmen Kementerian Pariwisata untuk membangun 10 DPP dengan prinsip pariwisata berkelanjutan,” jelas Menpar Arief Yahya dalam siaran pers Kemenpar yang diterima Redaksi El John News, Kamis (31/1/2019).

Pertemuan tersebut merupakan momentum yang tepat untuk mempererat kerjasama Pemerintah Indonesia dengan UNWTO dalam pengembangan pariwisata Indonesia, terutama pengembangan pariwisata berkelanjutan. Selain itu, SekJen UNWTO juga mendukung pelaksanaan program Sustainable Tourism Observatory (STO) di Indonesia. Khususnya pembangunan tujuh STO baru di Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Morotai, Wakatobi, Labuan Bajo, Bromo Tengger Semeru, dan Kepulauan Seribu. Pembangunan tujuh STO tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan lima STO yang saat ini sudah berjalan di Indonesia.

“UNWTO mengapresiasi inisiasi Indonesia dalam penggunaan big data dalam perhitungan data pariwisata dan mendukung komitmen Indonesia dalam implementasi program pariwisata berkelanjutan. Diharapkan kedepannya inisiatif tersebut dapat diterapkan di negara anggota UNWTO lainnya, seperti di kawasan Asia dan Afrika,” ujar Sekjen UNWTO, Zurab Pololikashvili, saat pertemuan dengan Menpar Arief.

Dalam kesempatan lain pada rangkaian acara kunjungan delegasi Indonesia ke acara FITUR Madrid, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan beserta delegasi Indonesia lainnya bertemu dengan Direktur Bidang Sustainable Development of Tourism UNWTO, Dirk Glaesser. Pada pertemuan tersebut, Valerina Daniel, selaku Tenaga Ahli memberikan info lebih lanjut terkait perkembangan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

“Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia dibangun melalui tiga program utama, yaitu Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), dan Sustainable Tourism Certification (STC) yang saat ini implementasinya diarahkan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Kemenpar sedang menyiapkan microsite Sustainable.Indonesia.Travel sebagai platform information-sharing pariwisata berkelanjutan di Indonesia bagi wisatawan dan penyedia jasa pariwisata,” jelas Valerina Daniel, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

Direktur Bidang Sustainable Development of Tourism, Dirk Glaesser, mengapresiasi komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun 10 DPP dengan menggunakan prinsip pariwisata berkelanjutan. Penggunaan microsite Sustainable.Indonesia.Travel pun dianggap sebagai langkah yang bagus untuk mempermudah pertukaran informasi baik kepada masyarakat maupun antar kedua institusi, terutama pertukaran informasi untuk program STO.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi komitmen Indonesia untuk menerapkan pariwisata berkelanjutan, terutama program STO yang merupakan program adopsi dari UNWTO. Untuk ke depannya, akan dipererat kerjasamanya ke arah peningkatan kapasitas, metodologi, dan sumber daya manusia,” jelas Glaesser.

Pertemuan diakhiri dengan undangan resmi Kementerian Pariwisata kepada SekJen UNWTO untuk membuka Indonesia Sustainable Tourism Forum (ISTF) dan memberikan paparan terkait metodologi penelitian STO dan update rekomendasi kebijakan pembangunan pariwisata berkelanjutan yang rencananya akan diselenggarakan berteparan dengan Hari Pariwisata Dunia pada tanggal 27 September 2019. ISTF diselenggarakan bersamaan dengan Malam Penganugerahan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 dan Indonesia Sustainable Tourism Mart (ISTM) di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *