UNWTO Dukung Sepenuhnya Pengembangan Pariwisata Indonesia

0
45576456_2149383425114441_7001903273623945216_n

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bertemu dengan Deputy Secretary General of UN World Tourism Organization (UNWTO), Jaime Alberto Cabal Saclamente, di sela-sela acara World Travel Market (WTM) 2018 di London, Selasa, 6 November 2018 . Dalam pertemuan ini, Menpar mengajak Deputy Secretary General of UNWTO mengunjungi Pavilion Indonesia.

Pavilion Indonesia menampilkan kapal Phinisi, dengan diikuti 55 Co-Exhibitor (Industri) dari seluruh Indonesia. Melalui WTM 2018, ditargetkan penerimaan devisa mencapai 3,08 Triliun Rupiah, atau meningkat 20% dari tahun sebelum nya sebesar 2,57 Triliun Rupiah.

Setelah mengunjungi Pavilion Indonesia, Menpar dan Deputy Secretary General of UNWTO melanjutkan kegiatannya dengan pertemuan membahas berbagai program strategis antara Kemenpar-UNWTO. Sustainable tourism dan digital tourism menjadi topik menarik yang dibahas.

Dihadapan Menpar, Deputy Secretary General of UNWTO menegaskan, UNWTO mendukung sepenuhnya implementasi teknologi pada pengembangan pariwisata di Indonesia, yang sejalan dengan visi UNWTO.

Sustainable Tourism Development di Indonesia juga sangat diapresiasi UNWTO melalui pengembangan 5 Sustainable Tourism Observatories (STOs) yang terus mengalami perkembangan yang sangat baik. Diharapkan pertemuan ini semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan organisasi badan dunia yang menaungi pariwisata tersebut.

UNWTO adalah salah satu badan dari PBB yang menangani masalah pariwisata. Markas besarnya berada di Madrid, Spanyol. Tujuan pokok UNWTO adalah untuk meningkatkan dan membangun pariwisata sebagai kontributor bagi pembangunan ekonomi, saling pengertian internasional, perdamaian, kemakmuran universal, HAM dan kebebasan dasar untuk semua tanpa memandang perbedaan ras, jenis kelamin, bahasa dan agama.

UNWTO telah membantu para anggotanya dalam industri pariwisata dunia, yang diyakini merupakan faktor penting dalam merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, menyediakan insentif untuk melindungi lingkungan dan warisan sejarah, serta mempromosikan perdamaian dan saling pengertian antar-negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *