Wagubsu dan GPEI Dorong Pelaku Usaha Produk Halal Sumut Mampu Bersaing di Pasar Global

0
GPEI

Pa­ra eks­portir asal Su­matera Utara punya mimpi besar dapat menghadirkan produk halal andalan ke pasar mancanegara. Disadari oleh para eksportir ini bahwa mereka harus mam­pu menja­di baro­me­ter secara na­sio­nal dalam men­dorong pe­ning­katkan eks­por barang jadi, se­hingga me­mi­­liki daya saing kuat di pa­sar global nantinya.

Hal ini ditegaskan Wakil Gu­­­­bernur Sumut (Wagubsu), Nur­ha­jizah Marpaung keti­ka membuka dialog bertema ‘Produk Halal dengan Kon­tai­ner Halal Indonesia Me­nem­bus Pasar Dunia’ yang di­selenggarakan oleh Ga­­bungan Perusahaan Eks­por Indonesia (GPEI) di Medan, pada hari Kamis (31/5).

Acara yang cukup positif ini berisi dialog dan diskusi, bertindak sebagai moderator adalah Naza­ruddin Matondang dan sebagai nara­sumber Basya­­ruddin MS, Wah­yu Aryo Prato­mo, Riza Ap­rianto dan Mus­lan AR. Sepanjang acara pun pembicaraan berlangsung menarik terkait bagaimana prospek produk halal asal Sumatera Utara dapat bersaing di pasar global.

Para narasumber me­ngung­kap­kan bahwa produk halal saat ini sudah menjadi kebutu­han semua negara di dunia, dengan nilai tran­saksi yang terus meningkat, harusnya ini jadi peluang bagi Sumatera Utara.

“Sebagai perbandingan saja pada tahun 2017, produk ha­lal yang di­perdagangkan di pasar global sudah men­capai 168,7 miliar dolar AS dan di­perkirakan tahun ini setidak­nya meningkat lagi seti­daknya 8%,” jelas Basyaruddin.

Peluang ini harus dapat di­man­faatkan para pengusaha In­donesia dan Sumut khusus­nya, dengan lebih banyak me­ng­­­hadirkan dan gencar meng­kampanyekan produk halal dalam negeri ke pasar du­nia.

“Kita harus se­ge­ra bangkit dari negara kom­su­men men­jadi produsen pro­duk halal dunia, sehingga bisa  menjadi pemain uta­ma di pa­sar dunia,” ajak Muslan AR.

Wagubsu menjelaskan bahwa selama ini mayoritas komoditi yang di­­ekspor pengusaha Sumut ma­sih merupakan bahan-bahan men­tah, sehing­ga rentan ma­suk da­lam lingkaran ‘strategi’ atau ‘permainan’ pihak asing dan cenderung ber­daya saing rendah di pasar dunia. Selain itu, produk berupa bahan mentah ini juga tidak mam­pu mening­katkan lapangan pekerjaan.

“Masalah pengangguran sa­ngat erat kaitan­nya dengan la­pangan kerja yang ter­batas dan itu pula yang menyebab­kan banyak generasi muda Su­mut terjerumus ke penya­lah­­gu­naan narkoba karena putus asa tidak mendapatkan lapa­ngan kerja,” jelas Wagubsu.

Wagubsu Berikan Sambutan dan Pencerahan Terkait Pengembangan Produk Halal Sumut Menuju Pasar Global

Sebagai provinsi keempat ter­­besar di Indonesia, Wagub­su sangat prihatin secara finan­sial Sumut saat justru berada di uru­tan ke-20 dari 34 pro­vinsi di Indonesia, apalagi jika berbicara terkait tingkat kemajuan pembangunan yang sangat jauh terting­gal dari semes­tinya.

Tercatat Sumatera Utara saat ini memiliki kekayaan alam berlim­pah dan nilai eks­por ko­moditi yang kembali meningkat cu­kup menggem­bi­rakan pada tahun 2017 lalu, ter­utama untuk kelapa sawit, ka­ret dan kopi ke Tiongkok, Amerika Se­­rikat, India, Jepang serta sejum­lah ne­gara Afri­ka dan Eropa,

“Harus diakui Su­mut pu­nya peluang besar mampu men­dongkrak ang­ka per­tum­buhan eko­­nomi­nya yang tetap di atas rata-rata na­sional,” ungkap Nurhajizah.

Karena itu, Nurhajizah ber­harap ba­nyak kepada para eks­portir Sumut agar mampu men­­­­­­­­­ja­di agen peru­ba­han di te­ngah per­sai­ngan semakin be­­rat pada era perdagangan be­bas seka­rang ini. Juga sudah saatnya para pe­laku usaha di Sumut harus bersatu dan solid, kemudian menggali pe­luang seluas-luasnya.

GPEI Siap Mendorong Produk Halal Sumatera Utara Berjaya

Ketua Dewan Pimpinan Pu­sat Gabungan Perusahaan Eks­por Indonesia (DPP GPEI), Khai­rul Mahalli dalam sam­butannya mene­gaskan, pi­haknya siap mendorong pe­la­ku usaha Sumut menjadi pen­g­­gerak peningkatan ekspor pro­duk halal dengan peti ke­mas (kontainer) halal ke pasar du­nia.

Disebutkan, Indonesia tidak wa­jar men­jadi konsumen pro­duk halal dari negara lain, ka­rena keha­lalan­nya bisa le­bih terjamin me­ngingat negeri ini ber­pen­duduk muslim ter­besar di dunia.

Dalam kaitan itu, Khairul Ma­halli meng­harapkan duku­ngan semua pihak untuk dapat me­wujudkan Pelabuhan Bela­wan menjadi pusat ekspor pro­duk dan kontainer halal Indonesia pada akhir 2018 menda­tang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *