Wali Kota Bandung Kandidat Peraih Penghargaan Tokoh Peduli Lansia
“Kita punya kepedulian kepada lansia. Semangatnya adalah arahan Allah dalam Alquran bahwa kita harus takrim, yaitu memuliakan orang tua. Dari situlah kita mencoba membuat sebuah program kegiatan,” tutur wali kota.
Kota Bandung menjadi satu-satunya kota yang memiliki bidang khusus pelayanan perlindungan dan pemenuhan hak lansia di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung. Hal ini membuat Kementerian Sosial tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program tersebut.
“Lansia Kota Bandung langsung ditangani oleh satu bidang. Se-Indonesia baru Kota Bandung, ada satu bidang di DP3APM itu mengurus lansia. Itu yang mereka tertarik. Namanya Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Lansia,” jelasnya.
Bidang tersebut menjalankan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang terdiri dari 79 aksi yang dilaksanakan oleh 34 instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Aksi tersebut didasarkan pada 15 kriteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lanjut Usia.
Beberapa kegiatan bidang ini antara lain olahraga, kajian rohani, hingga tamasya. Sebanyak 2.000 relawan Sahabat Lansia yang tersebar merata di 30 kecamatan juga siap menemani para lansia.
“Manusia kan tidak bisa lepas dari tiga unsur kehidupannya. Dari unsur jasadiahnya, kita mencoba memelihara kesehatan mereka dengan setiap Kamis olahraga, ada senam tiap hari Kamis. Unsur aqliahnya, ada ESQ. Untuk rohaniahnya ada pengajian rutin di tiap kecamatan,” sebut wali kota.
Kegiatan-kegiatan tersebut untuk 229.799 orang lansia di Kota Bandung atau 9.6% dari jumlah penduduk kota. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup di Kota Bandung pada tahun 2017 yang mencapai 73,86 tahun.
