Wamenhub Suntana Tinjau Persiapan Arus Mudik Nataru di Terminal Giwangan Yogyakarta

0
img-20241223-wa0096

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana, melakukan kunjungan ke Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, pada Senin, (23/12/2024), untuk meninjau langsung situasi arus mudik dan memastikan kelancaran pelayanan selama musim liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Dalam kunjungannya, Wamenhub memberikan beberapa arahan penting kepada petugas yang bertugas di terminal tersebut, menekankan pentingnya pelayanan yang maksimal kepada penumpang dan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik maupun balik.

“Semua harus ditingkatkan, terutama pelayanan kepada penumpang. Para agen bus, tukang ojek, dan petugas lainnya juga harus diatur dengan baik agar lebih tertib. Hal ini penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan, baik saat mudik maupun balik melalui terminal Giwangan,” ujar Suntana dalam kesempatan tersebut.

Terminal Giwangan merupakan salah satu terminal utama yang melayani arus mudik di wilayah Yogyakarta. Terminal ini melayani 76 trayek tujuan ke berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Bali, hingga Nusa Tenggara. Setiap harinya, lebih dari 700 armada bus beroperasi dari terminal ini, melayani ribuan penumpang yang akan melaksanakan perjalanan jauh selama masa liburan.

Untuk menghadapi lonjakan jumlah penumpang selama masa Nataru, terminal ini telah disiapkan dengan berbagai fasilitas dan prasarana yang lebih baik. Salah satunya adalah revitalisasi yang telah selesai dilakukan pada Tahap I dan Tahap II, yang mencakup penataan gedung utama bagian selatan dan penataan area di bagian utara. Penyempurnaan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan para penumpang dan mempermudah akses di dalam terminal.

Selain itu, untuk memastikan kelancaran operasional selama Nataru 2024/2025, sejumlah fasilitas pendukung juga telah dipersiapkan dengan baik. Di antaranya adalah empat pos pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Posko Angkutan Nataru, pos komando pemantauan Nataru, serta pos informasi bagi calon penumpang. Fasilitas kesehatan, baik statis maupun dinamis, juga disediakan untuk memastikan kesehatan penumpang dan sopir selama perjalanan. Papan informasi yang lebih lengkap mengenai jurusan bus, pos pengaduan, serta penambahan dan pemeliharaan prasarana terminal juga menjadi bagian dari persiapan tersebut.

“Puncak arus mudik di Terminal Giwangan diperkirakan akan terjadi pada 22-23 Desember dan 29-30 Desember 2024. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 26-27 Desember 2024 dan 1 Januari 2025. Kami semua harus siap menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi pada tanggal-tanggal tersebut,” lanjut Suntana.

Dengan adanya pembangunan dan pembukaan tol Jogja-Solo yang telah mulai beroperasi hingga Klaten, dan akan terus meluas hingga Prambanan, diperkirakan jumlah bus yang akan memasuki Terminal Giwangan selama masa Nataru 2024/2025 akan meningkat 3%-5%. Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan juga akan mencapai 8%-10% dibandingkan dengan periode Nataru pada tahun sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian besar bagi pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan bagi para pemudik.

Untuk mendukung kelancaran operasional dan pengamanan di Terminal Giwangan, Wamenhub didampingi oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Tengah, Ardono, dan Kepala BPTD Kelas III Yogyakarta, Dody Arifianto, yang turut memastikan bahwa semua fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan telah disiapkan dengan baik.

Wamenhub juga mengingatkan agar petugas yang bertugas di terminal selalu menjaga koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait, termasuk agen bus, petugas keamanan, serta masyarakat itu sendiri, untuk menciptakan suasana yang tertib dan aman. Hal ini penting, mengingat volume kendaraan yang meningkat drastis selama musim liburan.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, diharapkan arus mudik dan balik selama Nataru 2024/2025 di Terminal Giwangan berjalan lancar dan aman. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas dan memperhatikan faktor keselamatan dalam perjalanan, agar dapat menikmati liburan dengan nyaman dan tanpa hambatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *