Wapres Gibran Salat Iduladha Bersama Ribuan Jemaah di Masjid Istiqlal

0
Wapres-Salat-Iduladha-1447-H-di-Masjid-Istiqlal-790x550 (1)

Wapres Gibran Rakabuming Raka salat Iduladha bersama sejumlah menteri di Masjid Istiqlal (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Istiqlal saat ribuan umat Muslim melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026). Perayaan Hari Raya Kurban tahun ini berlangsung hangat dengan nuansa kebersamaan yang begitu terasa di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Sejak subuh, kawasan Masjid Istiqlal telah dipadati jamaah dari berbagai daerah dan latar belakang. Mereka datang bersama keluarga untuk menunaikan Salat Id berjemaah sekaligus merayakan momentum Iduladha yang identik dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian sosial.

Di tengah ribuan jamaah yang hadir, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut melaksanakan Salat Iduladha bersama istrinya, Selvi Ananda, serta kedua putra-putrinya. Kehadiran Wapres dan keluarga menjadi perhatian jamaah yang telah memadati area masjid sejak pagi hari.

Wapres tiba sekitar pukul 06.30 WIB dan disambut oleh jajaran pengurus Masjid Istiqlal serta masyarakat yang berada di lokasi. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu menambah suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam pelaksanaan ibadah Iduladha.

Pelaksanaan Salat Id dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan imam Anshoruddin Ibrahim. Sementara khutbah Iduladha disampaikan oleh Hamdan Juhannis yang mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Kurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Dalam khutbahnya, Hamdan menegaskan bahwa Iduladha tidak semata dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga momentum memperkuat rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.

“Spirit Kurban sejatinya harus melampaui batas-batas simbolik,” ujar Hamdan di hadapan jamaah.

Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan Iduladha sebagai kesempatan memperluas kepedulian terhadap sesama, termasuk menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.

Menurut Hamdan, manusia yang bermanfaat adalah mereka yang mampu memberi tanpa pamrih, sebagaimana pohon yang tetap memberikan manfaat bagi siapa saja.

“Hidup yang secara paripurna berdampak adalah seperti pohon. Ia tidak pernah memakan buahnya sendiri, tapi memberi tanpa henti. Ia tidak memilih siapa yang berteduh, tapi tetap berdiri memberi naungan,” tuturnya.

Pesan tersebut disambut khusyuk oleh para jamaah yang memenuhi ruang utama masjid hingga area pelataran. Banyak jamaah tampak mengikuti khutbah dengan penuh perhatian karena pesan yang disampaikan dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini.

Momentum Iduladha tahun ini juga dinilai sejalan dengan semangat pemerintah dalam memperkuat persatuan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Nilai berbagi dan gotong royong yang terkandung dalam ibadah kurban dianggap menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan bangsa.

Usai pelaksanaan Salat Iduladha, Wapres Gibran menyempatkan diri menyapa masyarakat dan jamaah yang hadir. Suasana hangat terlihat ketika warga antusias menyambut dan bersalaman dengan Wapres serta keluarganya.

Interaksi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi inti dari perayaan Hari Raya Iduladha. Banyak jamaah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan salam dan doa kepada Wapres.

Selain masyarakat umum, pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal juga dihadiri sejumlah pejabat negara, tokoh agama, serta duta besar negara sahabat. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.

Perayaan Iduladha di Masjid Istiqlal tahun ini kembali menjadi simbol persatuan umat dan pengingat pentingnya nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *