Warga Bisa Makan Daging Kurban Rasa Hotel Berbintang di Kauman
Halaman sisi utara Masjid Gede Kauman terlihat tak seperti biasanya. Beberapa kompor gas terjajar rapi dengan panci dan wajan yang siap di atasnya. Di belakangnya, beberapa pria dan wanita yang berpakaian ala chef berdiri menanti ada orang datang.
Setelah diamati lebih jauh, ternyata orang-orang tersebut adalah para chef dan calon chef yang tergabung dalam Perkumpulan Chef Professional se-DIY. Mereka sedang melakukan program sosial dalam rangka Hari Raya Idul Adha 2018.
Jawel Husin, salah satu penggagas mengatakan acara bertajuk Gerakan Masak Daging Kurban 2018 mengungkap agenda yang dilakukan di hari raya kurban dimaksudkan untuk mewujudkan semangat berbagi pada sesama. Menurut dia, para chef memiliki kelebihan memasak dan hal tersebut bisa dibagikan pada orang lain.
“Kami ingin beramal dengan skill, ketika banyak masyarakat dapat daging dan tidak bisa mengolah, kami ingin membantu mengolahkan. Untuk kaum dhuafa kami gratiskan namun ketika ada warga yang ingin diolahkan hanya membayar seikhlasnya saja,” ungkap Jawel saat ditemui, Rabu (22/8).
Kegiatan Gerakan Masak Daging Kurban 2018 menurut Jawel dimulai dari keprihatinan beberapa tahun lalu saat melihat kaum dhuafa terpaksa menjual kembali daging kurban karena tak punya uang untuk mengolahnya. “Dari situ kami berpikir untuk membantu mengolahkan, dan tahun ini kami adakan di Masjid Kauman,” sambungnya.
Slamet, Ketua DPD Perkumpulan Chef Professional Indonesia DIY menambahkan paling tidak ada empat menu olahan yang bisa dipilih dalam kegiatan kali ini. Sate goreng, gulai, tongseng dan tengkleng akan dimasak dengan bumbu berkualitas yang setara dengan masakan hotel berbintang.
“Total ada 30-an orang yang terlibat dalam agenda ini, kami akan memasak hingga pukul 17.00 WIB. Semoga banyak kaum dhuafa yang ikut dan kami bisa berbagi kebaikan dengan banyak orang lain. Kami bisa memasakkan sate goreng, tongseng, gulai dan tengkleng dengan rasa hotel berbintang,” ungkapnya tersenyum.
