EconomicHeadline NewsTechnology

Waspada, Virus Malware WannaCry Terdeteksi Ada Dua Versi

Virus Ransomware atau Malware WannaCry begitu massif menyerang perangkat komputer, bahkan yang paling parah virus ini dapat merusak file penting dan tidak mudah untuk mengembalikan file-file tersebut.

virus terdeteksi telah menyerangkat perangkat computer di beberapa negara pada Jumat Sore, 12 Mei 2017. Perangkat lunak jahat ini telah melumpuhkan ratusan ribu jaringan komputer instansi perusahaan maupun pemerintah secara global sejak Sabtu pekan lalu. Bahkan diprediksi hingga Senin, 15 Mei 2017 virus ini masih merajalela.

Tim Koordinasi dan Mitigasi Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan langsung bereaksi dan meneliti tentang virus ini. Ternyata tidak virus jahat ini berkembang menjadi Malware WannaCry versi 2.
“Selang beberapa setelah Malware WannaCry itu menyerang, muncul Malware WannaCry versi 2. Kami mendeteksi virus itu tidak jauh berbeda dengan WannaCry versi 1,” kata Ketua Tim Koordinasi dan Mitigasi Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Gildas Deograt Lumy saat konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Minggu malam., 14 Mei 2017.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, pihaknya masih terus mempelajari Malware WannaCry versi 2 tersebut.

“Kami masih pelajari yang versi 2 itu. Kami tahu itu sejak Sabtu  malam, 13 Mei 2017. Akan tetapi, sampai sekarang, yang paling krusial itu masih yang versi pertama,” ujar Gildas.

Oleh karena itu, lebih lanjut, dia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka sembarang dokumen yang ada di komputer maupun laptop.

“Harus dipastikan sistem patch-nya sudah diperbarui (update) dan jangan menggunakan sistem operasi Windows yang tidak resmi alias bajakan. Dikhawatirkan virus itu asal menyerang, tidak ada target tertentu, jadi siapa saja bisa kena,” ungkap Gildas.

Hingga hari Senin, 15 Mei 2017, tercatat sudah ada  200 ribu korban  setidaknya di 150 negara yang terjangkit virus ciber ini. Korbannya kebanyakan berasal dari eropa yakni para  pelaku bisnis, termasuk perusahaan besar.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button