Wilianto Tanta Lantik Dr Johny Lieke Sebagai Ketua PSMTI Sulut Periode 2022-2026

0
WhatsApp Image 2022-11-27 at 20.46.35

Dr Johny Lieke resmi dilantik  sebagai Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Utara (Sulut) periode 2022-2026. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta di di Swiss Bell Hotel, Kota Manado, Sabtu (26/11/2022).

Sejumlah pejabat kepolisian dan militer turut hadir, di antaranya Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budianto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Theodorus Kawatu, Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sulut Brigjen TNI Raymond Marojahan, serta dari pihak Lantamal VIII Kolonel Dwi Yoga Pariadi.  

Dalam acara ini, digelar pembacaan ikrar janji menjadi pengurus PSMTI Sulut untuk masa tugas empat tahun kedepan.

Dr Johny Lieke menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PSMTI yang telah melantik pengurus PSMTI Sulut. Di hadapan Ketua Umum PSMTI,  Johny mengatakan PSMTI merupakan organisasi Tionghoa yang tujuannya untuk kepentingan sosial, kemanusiaan dan tidak mencampuri urusan politik.

Johny menjelaskan warga suku Tionghoa memiliki hak dan kewajiban membangun NKRI menuju masyarakat adil dan Makmur, pasalnya warga suku Tionghoa merupakan warga Indonesia yang memiliki tanggung jawab yang sama bersama komponen bangsa. Hal tersebut merupakan visi PSMTI yang harus dijalani bersama.

Untuk misinya, meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Serta masuk dalam arus bangsa Indonesia, aktif dalam pembangunan NKRI di dalam segala aspek kehidupan.

“Memantapkan jati diri sebagai suku dalam keluarga besar bangsa Indonesia serta memberikan manfaat kepada bangsa dan negara, terutama dalam bidang sosial, budaya dan kemasyarakatan,” katanya.

Terkait hal tersebut, Johny mengajak pengurus PSMTI Sulut untuk memperkokoh persatuan agar visi dan misi yang dicanangkan dapat berjalan  dan bagi  warga suku Tionghoa yang belum bergabung bersama PSMTI untuk segera terlibat di dalamnya.PSMTI selalu membukakan pintu  bagi warga suku Tionghoa yang ingin bersama-sama berkontribusi untuk negeri.

“Kita dari muda sudah mencari uang, seperti saya cari terus cari. Jadi sebenarnya orang yang sudah mampu kalau bisa sumbanglah kembali kepada masyarakat untuk meringankan beban mereka,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Johny melaporkan sumbangan  yang dikumpulkan PSMTI untuk korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Sumbangan tersebut berhasil terkumpul  hampir Rp 1 Miliar.

“Sumbangan mereka dari PSMTI daerah lain sudah mencapai hampir Rp 1 Miliar, nah ini yang sangat hebat dan ini juga fungsi PSMTI,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta mengaku senang dapat menunjuk Dr Johny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulut. Sebelumnya, Wilianto telah menunjuk orang lain untuk menahkodai PSMTI Sulut, namun dibatalkan dikarenakan ada rekomendasi dari para tokoh Sulut agar Dr Johny Lieke yang memimpin PSMTI Sulut.  Wilianto pun mengikuti rekomendasi tersebut dan mengesahkan Dr Johny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulut untuk periode 2022-2026.

 “Jujur saya katakan, pak Johny ini 6 orang yang menghubungi saya dan merekomendasikan untuk beliau jadi Ketum di Sulut,”jelasnya.

“Untuk itu tidak salah tadi saat saya mendengar sambutannya dan itu sesuai Visi dan Misi PSMTI,” tambahnya.

Wilianto kemudian memflash back kembali bagaimana perjuangan pendahulu mereka hingga mendirikan organisasi ini.

Saat peristiwa kerusuhan 5 Mei 1998 silam, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Melihat kondisi tersebut, pendiri PSMTI langsung membaur bersama masyarakat untuk memberikan bantuan.

“Orang tua kami menyebut jika kala itu ada sesuatu yang masih kurang dari kita, maka seluruh masyarakat Tionghoa diajak untuk membaur, dan perlu bersama dengan masyarakat setempat di sekeliling kita,” ujarnya.

Oleh karenanya saat ini dia yakin dan tidak lagi meragukan kemampuan dari seluruh pengurus PSMTI Sulut untuk membantu bidang sosial dan budaya yang ada di Sulut.

“Kita PSMTI tidak punya dana APBN, tapi ini kerelaan dari pengusaha-pengusaha kita atau yang mampu memberikan kelebihan yang ada. Kalau itu bisa terwujud maka 3 poin aman, tentram dan sejahtera tercapai,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *