DestinationTourism

Wisata di daerah Bugis, Makasar

danau tempe

Kalau anda pergi ke Makasar mungkin yang terlintas dipikaran anda adalaha Pantai Losari. Sebenarnya masih banyak tempat wisata yang bsia anda kunjungi selain Tanah Losari. Alangkah baiknya bagi anda untu menambah referensi berwisata di Makasar, untuk pertama anda bisa mengunjungi Danau Tempe. Danau yang terletak di bagian barat Kabupaten Wajo ini disebut sebagai penghasil ikan tawar terbesar di dunia. Di atas danau, ada banyak rumah apung milik nelayan setempat dengan jala-jala yang digunakan untuk menangkap ikan.Di tempat wisata ini, Anda bisa memancing atau berkeliling dengan menyewa perahu nelayan.

Selain itu, Anda juga bisa membeli ikan segar dan juga sayuran yang ditanam di sekitar danau. Setiap tanggal 23 Agustus, di sini diadakan sebuah ritual tahunan untuk menyucikan danau yang disebut dengan Maccera Tappareng. Kepala nelayan akan menyembelih seekor sapi, setelah itu akan ada banyak pertunjukan seni dan budaya serta berbagai lomba. Uniknya, ini merupakan danau penghasil ikan air tawar yang diklaim terbesar di dunia. Jika berkunjung ke Danau Tempe, Anda bisa melihat jaring–jaring penangkap ikan dipasang di sekitar danau. Danau Tempe bisa dijangkau menggunakan perahu motor berkapasitas 6 orang.

Taman Nasional Bantimurung berada di Kabupaten Maros atau sekitar 45 km dari pusat kota Makassar. Tempat wisata ini luasnya mencapai 43.750 hektar dengan wilayahnya yang melingkupi bukit kapur, air terjun dan juga gua. Taman nasional ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani dari Inggris, Alfred Russel Wallace. Saat itu, Wallace menyebut tempat ini sebagai kerajaan kupu-kupu karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di sini. Kupu-kupu memang dijadikan maskot bagi tempat wisata ini.

Di gerbang masuk Taman Nasional Bantimurung, terdapat sebuah patung kupu-kupu raksasa yang siap menyambut pengunjung yang datang. Di sini, Anda bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu mulai dari yang masih berupa ulat, kepompong sampai berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Ada juga koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan. Hal mengasyikan lain yang bisa Anda lakukan adalah bermain flying fox, berenang di kolam yang telah disediakan, bermain di bawah air terjun atau menjelajahi gua yang ada di kawasan ini.

Kalau anda ingin mengunjungi desa yang masih asri dan syarat akan budaya anda dapat mengunjungi Desa Kete kesu. Desa wisata ini menyuguhkan sebuah gambaran lengkap kehidupan Tana Toraja yang sangat menjunjung tinggi nilai adat istiadat. Bagi wisatawan yang berkunjung ke desa wisata ini sangat dianjurkan untuk dapat mematuhi dan menghormati peraturan yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Di lokasi ini terdapat Tongkonan yang berjejer rapi di sepanjang jalan. Tongkonan adalah rumah adat dengan ciri rumah panggung dari kayu dimana kolong di bawah rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau.

Ciri khas dari Tongkonan adalah berupa pintu yang dibuka ke atas, atapnya dilapisi ijuk hitam, bentuknya seperti perahu yang telungkup dengan buritan, bahkan ada yang mengibaratkan seperti tanduk kerbau dan harus dibangun menghadap ke utara karena masyarakat di sini percaya bahwa leluhur mereka berasal dari bagian utara dan ketika ada seseorang meninggal makan arwahnya akan berkumpul bersama arwah leluhur yang berada di sebelah utara.

Yang terakhir bagi anda yang menyukai olahraga bawah air dapat mengunjungi Taman laut Taka Borenate yang berada di kota Benteng, Kepulauan Selayar. Tempat wisata ini merupakan surga bagi penyelam dan Anda yang suka snorkeling. Saat menyelam, Anda bisa berenang bersama ratusan jenis ikan, penyu dan kura-kura. Kecantikan terumbu karangnya juga membuat Anda semakin betah berlama-lama menyelam di sini.

Saat terbaik untuk menyelam di taman laut ini adalah di antara bulan April – Mei. Pada saat itu, arus dan suhu air serta berbagai faktor pendukung lainnya sedang dalam kondisi baik sehingga jarak pandang saat menyelam pun menjadi sempurna. Untuk menyelam di tempat wisata ini, Anda harus mendapat izin dari Balai Taman Nasional dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku. (arf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button