CultureDestinationEconomicHeadline NewsTourism

Wisata Sejarah di Kota Pahlawan Surabaya

Kota Surabaya, Jawa Timur dikenal sebagai Kota Pahlawan yang mempunyai peran penting dalam peristiwa pertumpahan darah untuk mempertahankan NKRI. Monumen bersejarah di Surabaya pun dijadikan tempat untuk mengenang perjuangan para pejuang dalam melawan penjajah. Pernah kalian mendengar kisah sejarah dari jembatan merah, jembatan merah yang ada di kota Surabaya saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Dibalik peringatan hari pahlawan pada tanggal 10 November terdapat sejarah bagi bangsa Indonesia diantaranya Jembatan Merah yang seakan menjadi saksi sejarah penting bagi bangsa Indonesia untuk memperthankan kedaulatan, Jembatan ini dinamakan jembatan merah karena pernah pertumpahan darah kisah heroik pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Sebelumnya paska kemerdekaan bendera merah putih biru milik Belanda berkibar di hotel Yamato Surabaya akibat peyebaran bendera tersebut memantik kemarahan Arek-Arek Suraboyo atau masyarakat Surabaya terjadi perobekan bendera berwana biru akhirnya hanya bendera merah putih yang berkibar aksi heroik itu terjadi petempuran penjajah dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan hingga pada 30 oktober 1946 pemimpin angkatan Inggris untuk wilayah Jawa Timur Drijen Malabi terbunuh di sekitar Jembatan Merah Surabaya tepat nya di gedung Interkiu Surabaya.

Akibat nya terbunuhnya Jendral Inggris ditangan pejuang arek-arek Surabaya pertempuranpun memuncak hingga 10 November 1945.

Sejarawan Surabaya Bayu Aji Mengatakan, Sebelum era kemerdekaan jembatan merah Surabaya ini menjadi pusat perniagaan sejak jaman VOC namun setelah era kemerdekaan pada tahun 1945 ada terjadi pertumpahan darah antara arek SUroboyo melawan tentara penjajah hingga terbunuhnya pimpinan tentara Inggris mewakili Jawa Timur.

“jembatan merah ini sudah ada sejak VOC ketika Pakubuwono 2 melakukan perjanjian dengan VOC ditahun 1743 jembatan itu difungsikan untuk menghubungkan daerah daerah dibarat sungai kalimas ke Resinden Surabaya disitulah kemudian jembatan merah menjadi posisi penting menghubungkan daerah itu” kata bayu

Bayu menambahkan bahkan sampai kemudian pemerintah kolenial Belanda ditahun 1890 diperbaiki yang dulu jembatan merah berbahan kayu menjadi besi, saat ini jembatan merah masih kokoh yang menghubungkan Jl Rajawali dan Jl kembang Jepun dan masih mejadi pusat perniagaan yang ada di kota Surabaya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close