Wonderful Indonesia Nangkring di Persimpangan Shibuya Jepang
Brand Wonderful Indonesia seakan menjadi tuan rumah di negara lain. Setelah Times Square, Paris, Amsterdam, Melbourne, Shanghai, sekarang giliran Persimpangan Shibuya, Jepang, yang dibalut brand Wonderful Indonesia.
Simpul keramaian di negara tetangga menjadi lokasi yang cocok untuk menanamkan brand Wonderful Indonesia. Sebelumnya, brand Wonderfeul Indonesia nangkring di pusat keramaian di Amerika Serikat yakni Times Square di New York. Untuk di Jepang dipilih Persimpangan Shibuya yang akan dipasang brand Wonderful Indonesia.
Persimpangan Shibuya merupakan salah satu persimpangan tersibuk di Jepang. Bahakan persimpangan ini menjadi salah satu simpul keramaian paling top di dunia. . Setiap harinya, sekitar 673.428 sampai 694.911 orang lalu-lalang dan menyeberangi jalan dari empat sudut yang berbeda.
Kementerian Pariwisata sudah pasti tidak salah pilih memilih Persimpangan Shibuya, pasalnya persimpangan ini juga dekat dengan Stasiun Shibuya, tempat patung anjing Hachiko yang legendaris itu. 8 jalur kereta umum melewati lokasi ini setiap harinya. Selain kereta, Persimpangan Shibuya juga dilintasi 15 jalur bus dalam kota dari area yang berbeda beda. Karena itu, Shibuya Cross menjadi persimpangan dan penyeberangan paling sibuk di dunia.
Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan Jepang jadi negara sasaran branding wonderful Indonesia kali ini. Karena negara Sakura tersebut sebagai penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ke-5 di tahun 2016. Branding Wonderful Indonesia pun langsung mejeng di Persimpangan Shibuya.
“Jepang kembali menjadi sasaran promosi karena di sana memasuki masa liburan sekolah periode 21 Juli-31 Agustus. Selain itu juga libur bagi semua orang Jepang dari 11-20 Agustus nanti, ” ujar Pitana, Sabtu (17/6).
Yang juga tidak dilupakan kenapa brand Wonderful Indonesia terpasang di Persimpangan Shibuya karena persimpangan tersebut merupakan lokasi anjing Hachiko yang pernah berjaya di filam layar lebar. Karena itu, banyak masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara yang berfoto selfie di lokasi ini. Bahkan bagi yang mau foto harus rela antri yang antriannya cukup panjang setiap hari.
“Area ini hampir selalu dijadikan tempat pengambilan gambar oleh stasiun televisi dalam rangka menggambarkan keriuhan kota Tokyo. Ini menjadikan Persimpangan Shibuya menjadi tempat ikonik dan terkenal. Karakteristik tadi membuat pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenpar, mengambil langkah pasti untuk mempergunakannya sebagai tempat strategis, dalam mempromosikan keindahan Indonesia agar warga Jepang tertarik untuk berkunjung ke Indonesia,” katanya.
Promosi di Jepang disajikan dengan menggunakan Vertical Long Board dengan ukuran 4 m x 25 m. Tampilannya dirancang elegan. Dan semua dihiasi dengan gambar tujuan wisata Indonesia yang indah. Dari mulai Banyuwangi, Candi Borobudur dan pemandangan bawah laut Nusa Penida, Bali, semua ditampilkan di Shibuya. Ada yang di-wrapping dengan nuansa culture Borobudur, Prambanan-Joglosemar, Surfing di Banyuwangi. Ada juga yang di-wrapping panorama nature kelas dunia di Nusa Penida, Bali.
Strategi kampanye di Media Ruang Internasional Pasar Jepang in bukan hanya dilakukan kali ini saja namun sejak pertengahan Mei strategi seperti ini sudah dijalankan. Stasiun Sinagawa menjadi lokasi pertama untuk pemasangan brand Wonderful Indonesia.Kemudian dilanjutkan di Bandara Haneda pada awal Juni ini. Promosi yang dilakukan di tempat-tempat ramai dan strategis di Jepang ini akan berakhir pada pertengahan bulan Juli 2017.
“Kemenpar akan terus melakukan promosi Wonderfull Indonesia tidak hanya di Jepang, melainkan juga di negara–negara dengan potensi wisatawan yang besar demi peningkatan pendapatan negara dari sektor pariwisata,” ucap Deputi I Gde Pitana.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jika masyarakat Indonesia dan Jepang punya kedekatan emosional dan sejarah yang amat panjang. Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang dimulai dengan diplomasi budaya. Jepang mengenalkan diplomasi hati ke hati kepada Indonesia melalui bidang ekonomi, politik dan budaya.
“Kami berharap dengan latar belakang dan kedekatan diplomatik, promosi wonderful Indonesia dapat menggelitik rasa ingin tahu masyarakat Jepang untuk datang ke Indonesia,” ujarnya.
Mantan Dirut PT Telkom ini menjelaskan rata-rata wisman Jepang tinggal di Indonesia selama 6 hari, dengan rata-rata pengeluaran 1.138 dolar AS. Sementara penggunaan akomodasi hotel berbintang sebanyak 74 persen. Selama ini, wisatawan asal Jepang mengaku mendapat informasi pariwisata Indonesia dari word of mouth yang menacapai 47 persen. “Karena itu, kami optimis, bisa mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak lagi,” kata Menpar Arief Yahya.
