Wow, Indonesia Peringkat Pertama Sebagai Destinasi Halal Terbaik Dunia

0
Foto 1

Pariwisata halal Indonesia semakin menunjuk taringnya di kancah global. Hal itu dibuktikan, dengan laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 yang menempatkan Indonesia di posisi pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Di peringkat pertama, Indonesia ditemani negara  tetangganya yakni Malaysia.

Peringkat pertama  ini, merupakan yang pertama diraih Indonesia. Kondisi ini, membuktikan bahwa pariwisata halal Indonesia semakin baik. Pada tahun 2018, Indonesia bertengger di posisi kedua dan tahun sebelumnya Indonesia hanya berada di posisi lima.

Atas prestasi ini, Indonesia berhasil mengungguli   130 destinasi di dunia.  Destinasi-destinasi itu tersebar di negara-negara yang masuk Organisasi  Kerja Sama Islam (OKI) maupun negara-negara non-OKI

Indonesia menduduki posisi pertama untuk negara OKI bersanding dengan Malaysia yang mempertahankan posisinya. Posisi selanjutnya diikuti oleh Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, dan Brunai.

Sementara untuk negara non-OKI, peringkat pertama wisata halal diduduki oleh Singapura. Diikuti oleh Thailand, Inggris, Jepang, Taiwan, Afrika Selatan, Hong Kong, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, dan Filipina. Di peringkat pertama ini, Indonesia dan Malaysia memiliki nilai sama yakni 78.

“GMTI menilai 130 destinasi secara global, baik negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mau pun negara-negara non-OKI,”,” ujar CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen dalam peluncuran laporan GMTI 2019 di Jakarta, Selasa (8/4/2019). Peluncuran laporan GMTI 2019 ini dihadirkan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Direktur Utama Mastercard, Tommy Singgih mengaku sangat bahagia atas prestasi Indonesia ini. Menurut Tommy, Mastercard selalu mendukung  pengembangan pariwisata Indonesia dan siap memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia.

“Selain GMTI,  kita juga terus berkomitmen,  untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia,  baik yang halal maupun tidak atau yang secara umum. Karena  Master Card adalah Teknologi Solution Company di mana kami menyediakan solusi-solusi untuk memudahkan  para pendatang, para wisman  ke Indonesia,” kata Tommy.

Bukan hanya Tommy, Menpar Arief Yahya juga menyampaikan rasa bahagiannya hasil  laporan dari Mastercard-CrescentRating GMTI 2019 ini. Menpar mengatakan  pertumbuhan wisata halal Indonesia salah satunya berkat birokrasi yang mempermudah. “Musuh terbesar negara berkembang itu adalah birokrasi, kita bisa melesat karena memangkas itu,” kata Menpar

Ia mengatakan Indonesia memiliki 20 ribu regulasi yang terkait pariwisata. Beberapa diantaranya menyulitkan sehingga industri tidak bisa bergeral cepat. Arief mengatakan negara lain bisa berkembang pesat juga karena mempermudah regulasi yang ada.

Menpar juga mengajak pemangku kepentingan pariwisata halal untuk selalu memperbaiki pelayanan. Pasalnya pelayanan menjadi  kunci dalam mendongkrak kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

“Mengapa yang datang ke Thailand lebih besar datang ke Indonesia. Mengapa yang datang ke Eropa lebih besar jauh dibandingkan datang ke Indonesia. Itu pertanyaan kritis yang harus kita jawab. Mereka datang karena destinasi halal atau bukan, Thailand tidak destinasi halal, tapi orang Islam lebih banyak datang ke Thailand. Saya ingin mengirimkan pesan seperti ini, yang memberikan produk dan servis terbaiklah yang akan dipilih oleh konsumen. Jadi kita di halal tourism, tetaplah menggunakan aturan-aturan umum, bahwa pelayanan harus begini, sehingga akan menjawab pertanyaan mengapa turis muslim itu  tidak lebih banyak ke Thailand tapi ke Indonesia,” ungkap Menpar

Dalam membuat laporan GMTI ini, Mastercard dan CrescentRating  menganalisa kesehatan dan pertumbuhan berbagai destinasi wisata ramah Muslim berdasarkan empat kriteria strategis, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Saat ini, GMTI menjadi studi terdepan yang menyediakan wawasan dan data untuk membantu negara-negara, pelaku industri, dan investor dalam melihat peluang perkembangan sektor pariwisata ini, sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan sebuah negara dalam melayani berbagai kebutuhan wisatawan Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *