Yuk, Manfaatkan Informasi Cuaca BMKG untuk Tempat Wisata
Bagi masyarakat yang ingin berwisata diminta untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca di objek wisata yang dituju. Untuk mengetahui kondisi cuaca di objek wisata, masyarakat dalam mengakses layanan informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini penting untuk dijalani demi keselamatan dan kenyamanan.
Layanan informasi prakiraan cuaca ini, dapat digunakan masyarakat dengan menggunakan jaringan internet. “Prakiraan ini dibuat pada saat khusus, misalnya sekarang yang sedang menyambut Natal dan tahun Baru,” kata Dewi Irmayanti, Forecast On Duty BMKG Gorontalo, Kamis
Dewi menyebut BMKG di setiap kota memiliki layanan ini. Prakiraan cuaca yang diinformasikan disesuaikan dengan objek wisata yang menjadi jangkauan Stasiun Meteorologi di daerah-daerah.
Hasil prakiraan cuaca lokasi pariwisata setempat ini juga disebarluaskan melalui email, media sosial, dan media lain. Ini dilakukan untuk memudah masyarakat mengetahui kondisi cuaca.
Masyarakat juga dapat mengakses prakiraan cuaca transportasi darat di situs http://web.meteo.bmkg.go.id/id/
“Dalam situs tersebut ada prakiraan cuaca lokasi pariwisata namun tidak semua daerah di Indonesia, khusus Lombok, Bali, Jabodetabek, dan DKI Jakarta,” kata Dewi Irmayanti.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tim Tourism Crisis Center (TCC) juga mengimbau wisatawan untuk sementara waktu memilih destinasi liburan selain pantai.
“Imbauan dari BMKG (Badan Meterorologi dan Geofisika), masyarakat atau wisatawan agar menjauh satu kilometer dari pantai. Untuk itu sebaiknya sementara memilih liburan selain ke pantai, dan upayakan untuk selalu meng-update info cuaca melalui akun media sosial atau mobile aplikasi Info BMKG,” kata Ketua Tim Crisis Center Kemenpar, Guntur Sakti, di Jakarta, Rabu (26/12). Larangan itu menyusul bencana tsunami di Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kemenpar terus melakukan monitoring pascatsunami di Lampung dan Banten pada Sabtu (22/12). Berdasarkan data yang diterima Tim TCC dari BMKG, gelombang air laut tinggi diperkirakan terjadi pada 22-29 Desember 2018 di sejumlah wilayah pantai Indonesia. “Maka masyarakat dan wisatawan diharap tidak abai terhadap imbauan pemerintah,” ujarnya.
