10 Pelaku Industri Pariwisata Tanah Air Siap Unjuk Gigi di Pameran MICE di AS
10 pelaku industri pariwisata tanah air ikut tampil di ajang IMEX 2017 di Sand Expo, Las Vegas, Amerika Serikat yang akan berlangsung pada 10 hingga 12 Oktober 2017 mendatang. Keikutsertaan ke 10 pelaku industri pariwisata tanah air itu mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Dukungan yang diberikan yakni memfasilitasi ke 10 industri selama mengikuti pameran MICE terbesar di benua Amerika itu.
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana mengatakan dukungan ini diberikan Kemenpar karena Industri MICE merupakan salah satu industri terpenting terhadap perekonomian suatu negara.
“Agar setiap negara ikut berlomba-lomba mendatangkan wisatawan bisnis (Business Traveler ) untuk mengadakan meeting, pameran maupun perjalanan insentif di negara tersebut, demikian halnya Indonesia. Kita harus lakukan ini untuk Pariwisata Indonesia,” ujar Pitana dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 September 2017.
Asisten Deputi Pengembangan pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya menambahkan, wisatawan MICE berbeda dengan wisatawan pada umumnya. Wisatawan MICE dinilai memiliki kelebihan dibanding wisatawan biasa. Mereka umumnya adalah opinion leader yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintah yang melakukan kegiatan pada saat low-season.
”Data dari International congress and convention association (ICCA,Red) menunjukkan bahwa: mereka datang dalam jumlah besar, dengan tingkat pengeluaran selama berada di destinasi tuan rumah kegiatan MICE adalah tujuh kali lipat dari wisatawan biasa. Wisatawan MICE juga berpotensi untuk berkonversi menjadi wisatawan Leisure,” ujar Nia.
Menurut Nia, setiap pariwisata di setiap negara selalu membutuhkan kehadiran MICE, karena itu tidak salah jika MICE menjadi salah satu tulang punggung pariwisata. Dampak positif yang dihasilkan MICE untuk sektor pariwisata diantaranya naiknya citra destinasi karena wisatawan MICE pada umumnya adalah CEO perusahaan, maka kekuatan word-of-mouth dari mereka tentang destinasi akan memberi dampak yang lebih kuat dalam promosi.
”Hal tersebut telah disadari oleh banyak negara menyebabkan persaingan antar destinasi dalam mendatangakan even MICE international menjadi sangat tinggi,” ujar wanita yang besar di Malang itu.
Nia menambahkan, Kemenpar manargetkan pertumbuhan industri MICE sepuluh persen pada tahun 2019. Upaya tersebut sudah harus dimulai dari sekarang hingga tahun pencapaian. Kemenpar berharap dengan mengikuti pameran tersebut, membuat target Indonesia sebagai destinasi MICE terwujud.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai destinasi wisata telah dikenal luas di Amerika Serikat. Terlebih setelah kunjungan mantan presiden Barack Obama yang berlibur bersama keluarganya ke Bali dan Yogyakarta beberapa waktu lalu.
“Obama adalah endorser yang kuat dan sukses mempromosikan. Sejauh ini, ketika dieksplorasi lebih dalam, napak tilas Obama selama di Indonesia itu sendiri sudah memiliki news value yang besar. Moment itu juga harus ditangkap untuk menjual paket napak tilas Obama,” tutur Arief Yahya.