CultureDestinationHeadline NewsTourism

248 Artefak Diboyong ke Brusel Untuk Festival Europalia Indonesia

Festival Europalia Indonesia di Brusel, Belgia,  tidak hanya menampilkan seni tari dan budaya, namun artefak koleksi museum di Indonesia juga di boyong ke event dua tahunan itu  Ada 248 artefak koleksi Museum Nasional dan beberapa koleksi museum  di beberapa provinsi di Indonesia antara lain Museum di Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Jambi dan Bali diboyong ke Belgia.

Artefak-artefak itu dipamerkan di pameran artefak berjudul Kingdoms of the sea Archipel itu diadakan di Museum La Boverie di Liege dari tanggal 25 Oktober hingga 21 Januari tahun depan. pameran ini merupakan salah satu pameran utama dari rangkaian event Festival Europalia Indonesia di Brusel

Pameran ini moment yang tepat bagi Indonesia memperkenalkan budaya maritim sebagai identitas bangsa Indoensia. Indonesia diketahui memiliki latar belakang sejarah dan peradaban bangsa Indonesia yang tidak lepas dari budaya maritim.

Jelang pameran, sebuah kapal bernama kapal Padewakang dibangun langsung di museum tersebut oleh pembuat kapal tradisional yang didatangkan dari Sulawesi.

Kapal Padewakang adalah cikal bakal dari kapal Phinisi yang dikenal luas. Kapal dengan ukuran panjang 11 m, tinggi 7 meter dan lebar 4 meter itu dibangun di Museum La Boverie dan merupakan kapal ketiga yang dibuat untuk ditampilkan di luar Indonesia setelah dua kapal sebelumnya dibangun dan dilayarkan ke Australia.

Pameran berupaya menggambarkan warisan sejarah maritim yang tersebar diseluruh Indonesia yang memiliki beberapa tahap sejarah maritim dari ancient period (3000SM hingga awal Masehi), pre-modern period (awal Masehi hingga abad ke-16), early modern period (abad 16-18 M) hingga modern period (abad 18 hingga sekarang).

Pada tahap pertama dari pintu masuk pameran ditampilkan berbagai hasil pameran dari masa Austronesia yang menampilkan benda-benda seni dari batu dan perunggu, hasil pertukaran diaspora dari Austronesia dan Melanesia. Bentuk budaya ditampikan seperti kapal, penggalan lukisan dari dinding gua, seni dari batu, nekara, moko dan lainnya.

Masa pre-modern merupakan kelanjutan ekspansi budaya maritim merupakan hasil interaksi dengan datangnya pedagang dari India. Pada masa ini terjadi akulturasi budaya. Kerajaan di Indonesia seperti Kutai, Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Mataram menjadi bagian dari akulturasi periode ini.

Benda budaya yang ditampilkan dari periode ini berupa kapal, patung, musik, peta-peta kuno, prasasti dari kerajaan-kerajaan tersebut.Masa eraly modern period dipengaruhi interaksi dengan pedagang dari China menampilkan berbagai bentuk budaya seperti keramik, sutra, porselain daan arsitektur.

Lebih ke dalam area pamera ditampilkan masa early modern period yang dipengaruhi oleh interaksi dengan bangsa-bangsa Eropa lewat jalur perdagangan bumbu. Kota-kota utama di Indonesia yang menjadi pusat yang merekam interaksi ini yaitu Aceh, Banten, Banjarmasin, Ternate, Tidore, Palembang menjadi tempat yang banyak ditemukan warisan sejarah maritim.

Sebagai negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan 81.000 km panjang garis pantai, pameran maritim menjadi kesempatan untuk menampilkan identitas bangsa Indonesia yang penting dan lama terlupakan.

Pameran di Museum La Boverie Liege merupakan bagian kerjasama kedua Keberadaan kapal Padewakang juga menjadi daya tarik tersendiri pada pameran ini karena nilai sejarah dan keunikan kapal ini menjadi suatu hal yang baru di Eropa yang telah mengambil bagian dalam pembentukan sejarah maritim Indonesia.

Sebelumnya acara peresmian digelar konferensi pers pameran Kingdoms of the Sea Archipel dimoderatori Walikota Liege, Mr. Willy Demeyer dan dihadiri narasumber dari pihak Indonesia Dra. Intan Mardiana, mantan Direktur Museum Nasional selaku kurator dari pameran dan Singgih Tri Sulistiono, peneliti sejarah maritim dari Universitas Diponegoro Semarang. Sementara dari pihak Belgia hadir Mr. Dirk Vermaelen, koordinator kurator Europalia International, Mr. Pierre Yves Manguin, konsultan peneliti arkeologi dari Ecole Francaise d’extreme Orient. (Sumber Antara)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button