Jakarta Diakui Sebagai Kota Pariwisata Cepat Tumbuh di Dunia

0
Alila_Jakarta_-_View_01

World Travel and Tourism Council (WTTC) merilis hasil studi terbarunya tahun 2017,  mengenai kota-kota di beberapa negara yang pariwisatanya tumbuh pesat. Dalam studi tersebut, ada 10 kota yang berhasil mengembangkan pariwisata, salah satunya adalah Jakarta. Prestasi yang membanggakan buat ibukota Indonesia itu, karena studi ini membuat  Jakarta semakin bersinar di mata dunia dan menjadikan Jakarta  sebagai kota  yang patut dikunjungi.

PIC Kota Tua dan Kepulauan Seribu Kemenpar, Dodi Riadi mengatakan hasil  ini dapat memompa semangat untuk terus mengembangkan destinasi wisata yang ada di Jakarta.

“Laporan “City Travel and Tourism Impact” terbaru WTTC membuat kami makin bersemangat mengembangkan Kota Tua dan Kepulauan Seribu di Jakarta. Potensinya sangat besar. Apalagi Jakarta masuk 10 kota pariwisata paling cepat tumbuh di dunia,” ungkap Dodi Riadi PIC Kota Tua dan Kepulauan Seribu Kemenpar.

Meskipun  Jakarta tidak berada di posisi puncak, namun hasil ini sungguh membanggakan karena dengan semangat gotong royong dan kerja keras, dapat membuahkan hasil yang maksimal. Pasalnya,  Jakarta harus bersaing dengan 65 kota yang diriset WTTC. Ke 65 kota itu harus bersaing dari sisi pendatang dan pengeluaran oleh pengunjung.

“Sekarang pariwisata Jakarta jadi makin ngehits lagi. Terimakasih WTTC,” tambahnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yaha mengatakan hasil studi WTTC ini membuat Jakarta semakin ngehits. Selain itu,  hasi studi WTTC membantu mengibarkan brand Wonderful Indonesia kepada dunia. Menurut Menpar jika suatu image suatu kota naik 10 persen maka akan mendorong mendorong kenaikan tourism 11%, dan investment 1%.

“Jika pariwisata kita ingin menjadi global player, maka harus bisa bersaing dan dikalibrasi dengan global standart. WTTC lembaga yang sangat kredibel, jadi ranking itu juga terpercaya,” kata Menpar .

Jakarta sebenarnya nomor dua, terbesar sebagai pintu masuk wisman ke Indonesia, setelah Bali. Persentasenya, 40% Bai, 30% Jakarta, dan 20% Kepri. Jakarta punya akses dan amenitas yang paling lengkap, karena ibu kota negara. “Atraksinya lebih ke wisata kota, belanja, kuliner, MICE dan sport tourism,” jelas Menpar.

Kini, Kemenpar sedang membangun Kepulauan Seribu dan Kota Tua, sebagai satu dari 10 top destinasi, yang sering disebut 10 Bali Baru. Itu akan melengkapi destinasi yang berbasis pada nature, wisata bahari dan heritage kota peninggalan zaman Belanda.

Kota-kota di Tiongkok mendominasi  hasil studi WTTC. Untuk posisi puncak ditempati oleh Kota Chongqing yang berada di barat daya Tiongkok. Pertumbuhan pariwisata di Chongqing mencapai 14 persen pertahun.  Persis di bawah Chongqing ada Guangzhou,  yang pertumbuhan pariwisatanya sebesar 13,1 persen.

“Pasar domestik Tiongkok yang kuat berada di belakang pertumbuhan kota-kota seperti Chongqing dan Guangzhou yang mengandalkan pembelanjaan dari warganya. Prosentase belanjanya menembus 94,5 persen dan 89,1 persen dari PDB Travel & Tourism masing-masing,” tulis President & CEO WTTC Gloria Guevara dalam laporan resminya, Rabu, 25 Oktober 2017.

Setelah itu, ada Shanghai yang menunjukkan pertumbuhan 12,8 persen. Sementara ibu kota Tiongkok, Beijing, berada di slot 12 persen per tahun. Kemudian disusul dengan  Chengdu di Tiongkok (11,2 persen), Manila di Filipina (10,9 persen), Delhi di India (10,8 persen), Shenzhen di Tiongkok (10,7 persen), Kuala Lumpur di Malaysia (10,1 persen) dan Jakarta di Indonesia (10 persen). Hasil studi WTTC ini membuktikan bahwa pertumbuhan pariwisata di Asia menunjukan progress yang membanggakan.

https://www.youtube.com/watch?v=MhAD7UMRRHM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *