35 Proyek Infrastruktur Nasional Akan Ditawarkan di NIFA 2017

0
proyek infratsruktur

35 Proyek Infrastruktur akan ditawarkan Indonesia pada acara Nomura Investment Forum Asia (NIFA) 2017 di Singapura, 6-9 Juni 2017. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakanm nilai investasi yang ditarwakan untuk 35 proyek itu  30,5 miliar dolar AS atau Rp 405,65 triliun (kurs Rp 13.300/US$).

Pembangunan infrastruktur menjadi fokus penting pemerintahan Presiden Jokowi-JK saat ini guna meningkatkan konektivitas, mengurangi kesenjangan wilayah, mendukung pembangunan desa dan perkotaan, dan yang terpenting dengan infrastruktur yang memadai dapat menekan biaya ekonomi yang tinggi,” ujar Bambang.

Ke 35 proyek itu akan ditawarkan melalui dua skema yakni Public Private Partnership (PPP) dan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Ada 31 proyek yang tawarkan skema PPP dan empat proyek melalui skema PINA. Proyek-proyek tersebut yang meliputi proyek pelabuhan, jalan tol, rel kereta api dan telekomunikasi/satelit yang ditawarkan kepada para investor yang hadir dalam forum tersebut.

Dalam skema PINA, pemerintah tidak perlu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membangun proyek-proyek infrastruktur. Keberadaan PINA bertujuan untuk mendorong keterlibatan swasta sebagai investor dalam pembangunan infrastruktur. Besarnya kebutuhan investasi di infrastruktur mendorong pemerintah untuk mengajak keterlibatan sektor swasta sebagai equity investor.

“Ke depannya, skema PINA akan terus kita dorong karena sangat besar potensinya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia,” kata Bambang.
Dalam pandangan Visi Pembangunan Indonesia 2045 yang saat ini tengah disusun, Kementerian PPN/Bappenas memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh rata-rata 6,4 persen sepanjang periode 2016-2045. Indonesia akan menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2035 dan menjadi negara dengan pendapatan produk domestik bruto keempat terbesar dunia pada 2045.

Tidak kurang dari 200 investor dari seluruh dunia yang terdiri atas 70 persen investor lokal Singapura dan 30 persen investor dari berbagai negara lainnya hadir dalam acara (NIFA) 2017 ini, di antaranya Credit Suisse Asset Management, Daiwa Asset Management, DBS Bank, Deutsche Asset Management, East Springs, Fidelity Investments, Government of Singapore Investment Corporation, JP Morgan, Morgan Stanley, Temasek, China Assset Management, Abu Dhabi Investment Authority, Kuwait Investment Authority, Oman Investment Fund, Qatar Investment Authority, Aberdeen Asset Management, dan lain sebagainya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *