49 Naga Siap Guncang Pontianak, Imlek 2026 Makin Spektakuler!

0
619aa644-d020-42a8-932a-3402fd383193

Ilustrasi 49 Naga siap memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Pontianak (Foto: Generated AI)

El John News-Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak dipastikan berlangsung meriah dengan menampilkan 49 replika naga serta ribuan lampion yang menghiasi sudut-sudut kota. Tahun ini, perayaan Imlek memiliki makna khusus karena berdekatan dengan momentum menyambut bulan suci Ramadan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa pemerintah kota berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan budaya dan suasana religius masyarakat. Ia memastikan seluruh rangkaian acara tetap berjalan dengan tertib tanpa mengurangi kekhidmatan umat Muslim yang bersiap menjalankan ibadah puasa.

“Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan damai sesuai rencana, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi kota ini,” ujar Edi Rusdi Kamtono, seperti yang dilansir Fakta Kalbar, Senin (9/2/2026).

Salah satu atraksi yang paling dinantikan adalah kehadiran naga raksasa sepanjang 108 meter. Replika tersebut digadang-gadang menjadi ikon utama perayaan tahun ini sekaligus daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk luar Kalimantan Barat.

Pemerintah memproyeksikan peningkatan jumlah wisatawan, khususnya di kawasan kuliner seperti Festival Kuliner Jalan Diponegoro. Perputaran ekonomi diperkirakan akan dirasakan tidak hanya oleh pelaku usaha makanan dan minuman, tetapi juga sektor perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM di Pontianak dan Singkawang.

Menurut Edi, momentum ini menjadi bukti bahwa ruang kota dapat digunakan bersama dengan penuh toleransi.

“Di satu sisi masyarakat Tionghoa tetap menjalankan tradisinya, sementara umat Muslim menyambut Ramadan dengan kegiatan keagamaan. Semuanya berlangsung dalam ruang kota yang sama dan saling menghormati”

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

Meski berlangsung meriah, panitia tetap menerapkan sejumlah penyesuaian teknis. Karnaval naga tahun ini tidak dilakukan secara berkeliling seperti biasanya, melainkan difokuskan pada pertunjukan di depan panggung utama. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban umum serta menghindari gangguan aktivitas masyarakat menjelang Ramadan.

Sementara itu, warga Tionghoa Pontianak menyambut baik kebijakan tersebut. Tjhang Sau Khiu, salah seorang warga, mengaku merasa dihargai karena tradisi tetap difasilitasi pemerintah. “Kami merasa dihargai karena tradisi Imlek tetap bisa dirayakan. Di sisi lain, kami juga ikut menjaga agar perayaan tidak mengganggu ibadah Ramadan,” ungkapnya.

Sinergi antara kegiatan budaya dan keagamaan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat posisi Pontianak sebagai destinasi wisata berbasis toleransi dan keberagaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *