Bidik 5 Besar Dunia, IPCC Perluas Lapangan Penumpukan Menjadi 89 Hektar
IPC Car Terminal (IPCC) akan memperluas lapangan penumpukan dari 34,5 hektar menjadi 89 hektar. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan laju ekspor kendaraan, yang diprediksi ke depan tumbuh pesat.
Untuk memperluas lapangan ini, IPC Car Terminal akan menggelontorkan dana investasi kurang lebih Rp300 miliar. Perluasan lapangan ditargetkan akan rampung pada tahun 2022 mendatang dan saat ini sedang berjalan.
“Kami berencana akan melebarkan luas yang tadi 34,5 hektar menjadi 89 hektar, kenaikannya dua kali lipat. Kalau kita capai 89 hektar itu, kita akan menjadi terminal kendaraan nomor 5 di dunia,” kata Direktur Operasi IPC Car Terminal Indra Hidayat Sani, saat menjadi nara sumber di program Business and Invesment Forum di studio EL JOHN TV, Neo Soho Capital lantai 40, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Program talk show ini dipandu oleh Host Johhnie Sugiarto selaku CEO PT EL JOHN Indonesia dan Co Host Putri Amelia Zahraman (Runner-up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2016).
Indra menilai perluasan lapangan ini, juga menyesuaikan perkembangan otomotif di Indonesia, seperti banyaknya produsen mobil baru, sebut saja ada Wuling dan Sokon. Selain itu, Australia yang kedepan banyak menggunakan mobil impor.
“Terus kita juga melihat tahun lalu pabrik perakit terakhir mobil di Australia itu tutup, Jadi di Australia tidak ada lagi pabrik mobil. Jadi pabrik mobil yang terakhir itu Toyota tutup. Berarti semua mobil yang masuk ke Australia adalah mobil impor. Ini kesempatan kita supaya transitman mobil-mobil yang ke Australia itu, singgah saja ke tempat kita. Makanya kita perlu pengembangan,” ujar Indra
Tak hanya memperluas lapangan penumpukan, IPC Car Terminal juga membangun gedung baru modern untuk lahan parkir. Gedung ini nantinya akan menggunakan instalasi kelistrikan bertenaga matahari agar dapat efisien dan efektif.
Tak berhenti sampai di situ, menurut Indra IPC Car Terminal juga menginvestasikan dana untuk bidang informasi teknologi atau IT. Bidang ini, dinilai penting karena dapat memudahkan dan mempercepat operasional IPC Car Terminal maupun para produsen mobil.
“Lalu kita investasikan di bidang IT, karena sekarang zamannya sudah digitalisasi. Bagaimana caranya ketika mobil itu dikirim dari pabriknya di Karawang atau di Purwakarta, mereka langsung bisa menginformasikan ke sistemnya kita yang ada di Tanjung Priok. Jadi sejak mobil itu masuk di car carrier sampai tiba di terminal kita, kita sudah tahu, sehingga kita bisa siapkan lapangan penumpukannya, sumber dayanya. Jadi tidak ada lagi ketika datang, dia baru kasih tahu,: ungkap Indra.
