Pesona Pariwisata Bangka Hadir di Bangka Cultural Wave

0
parai-tenggiri

Pesona alam yang ada di Bangka Belitung memang mengagumkan dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata andalan di Indonesia. Untuk itu, Pemerintah lewat Menteri Pariwisata, Arief Yahya pun memproyeksikan bahwa Bangka Belitung atau Babel sebagai ‘Bali Baru’ untuk Indonesia.

Lewat film Laskar Pelangi yang sukses menyedot perhatian jutaan masyarakat Indonesia dan juga tampil di sejumlah negara membuat pamor dari provinsi ini meningkat. Kali ini di Bangka terdapat sebuah event wisata bertajuk Bangka Cultural Wave yang akan menarik wisatawan. Kegiatan ini dihelat pada 8-12 September di Pantai Tongaci Sungailiat, Bangka.

“Ini bisa jadi destinasi baru di Bangka! Ada wadah untuk mengenalkan berbagai kekayaan alam, budaya, man-made, di Indonesia khususnya Bangka. Kami mendukung penyelenggaraan Bangka Cultural Wave 2016 ini. Semoga bisa digelar setiap tahun, menjadi tempat promosi pariwisata yang baik, dan destinasi baru di Bangka,” kata Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara.

Dalam event akbar ini akan ada berbagai kegiatan menarik mulai dari pertunjukan seni musik tari yang di bawakan oleh para seniman nusantara dan juga internasional. Event ini sekaligis akan menjadi penanda untuk dibukanya sebuah tempat yang dapat menjadi tujuan baru bagi wisatwan yang diberi nama DeLocomotief Art Stage. Tempat ini diproyeksikan akan menjadi tempat bagi berkumpulnya warga untuk mengembangkan ide kreatif.

Pertunjukan seni tari tersebut juga akan dilakukan dalam bentuk perjalanan Di Pantai Tongaci, DeLocomotief Art Stage, Cinabata Batutapak Chengho, Menumbing Muntok dan Pangkal Pinang.

Acara yang akan dimulai sejak tanggal 8-12 September2016 ini pertamanya akan dibuka dengan kegiatan yang berwawasan lingkungan hidup. Di mana pembukaan akan dilakukan dengan pelepasan sebanyak 71 penyu. Selain itu, wisatawan juga akan diajak mengenal lebih dekat pesona Bangka, terutama dari perjalanan sejarahnya, dengan peluncuran Jalur Samudra Cheng Ho.

“Bangka ini punya sejarah panjang dengan Laksamana Cheng Ho, karena itu pariwisata sejarah untuk masuk ke pasar China, masih nyambung,” tambah Ukus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *