Maskapai Penerbangan Indonesia Respon Isu Samsung Galaxy Note 7

0
SAMSUNG

Antisipasi dunia penerbangan terhadap isu terbakarnya Galaxy Note 7 akhirnya sampai di Indonesia. Maskapai Garuda Indonesia merilis aturan terkait phablet Samsung itu.

Dalam keterangan resminya, Garuda melarang semua penumpang yang menggunakan Galaxy Note 7 untuk tidak melakukan pengisian daya selama penerbangan berlangsung. Larangan ini merupakan kelanjutan dari aturan yang dirilis badan penerbangan Federal Aviation Administration beberapa waktu lalu.

Sebelumnya FAA sempat mengumbar wacana larangan membawa Galaxy Note 7 oleh penumpang dan awak pesawat selama penerbangan, namun belakangan aturan tersebut dibikin lebih spesifik agar penumpang tak mengisi ulang di pesawat.

Tak hanya itu, Garuda yang mengacu pada aturan yang dirilis FAA juga melarang penumpang untuk meletakkan Galaxy Note 7 dalam bagasi.

GiAwarning

Tapi penegakan aturan ini tak cuma dilakukan Garuda, maskapai AirAsia yang beroperasi di Indonesia juga menerapkan hal serupa. Seluruh penumpang AirAsia diharuskan mematikan Galaxy Note 7 dan dilarang melakukan pengisian baterainya.

Selain itu maskapai asal Malaysia ini juga melarang membawa Galaxy Note 7 di bagasi, seperti halnya Garuda. Asal-muasal aturan ini bermula dari sejumlah kejadian yang dilaporkan pengguna Galaxy Note 7. Banyak yang melaporkan terbakarnya phablet Samsung itu ketika diisi dayanya. Tercatat sudah ada lebih dari 35 laporan terbakarnya Galaxy Note 7 yang diterima Samsung.

Produsen asal Korea Selatan ini pun mengambil sikap dengan melakukan recall atau pemanggilan semua Galaxy Note 7 yang ada di tangan konsumen. Recall ini dilakukan Samsung di seluruh dunia termasuk Indonesia.

AAWarning

Lion Air Group Turut Larang Samsung Galaxy Note 7 Dalam Penerbangannya

Lion Air Group menghimbau seluruh penumpang untuk tidak mengaktifkan perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama berada di dalam penerbangan pesawat Lion Air, Batik Air dan Wings Air.

Hal itu terkait peringatan dari lembaga Federal Aviation Administration (FAA) yang melarang para penumpang pesawat terbang mengaktifkan maupun mengisi daya (Battery) pada perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan.

“Kami mohon kerjasama dari penumpang kami untuk mengikuti himbauan ini. Perangkat Samsung Galaxy Note 7 agar tidak diaktifkan selama penerbangan, tidak melakukan isi ulang baterai dan juga tidak memasukkan perangkat tersebut pada bagasi yang di check-in kan”, ujar Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group dalam keterangannya.

Andy menambahkan meskipun pihak Samsung telah melakukan recall terhadap Samsung Galaxy Note 7, para penumpang yang telah atau masih menggunakan perangkat tersebut sangat diharapkan kerja samanya untuk mengikuti himbauan ini selama dalam penerbangan.

“Kami akan terus memantau update dari FAA mengenai perkembangan ini, tetapi untuk saat ini kami mohon agar para penumpang dapat mengikuti himbauan ini”, tutup Andy.

Seperti diketahui, Samsung telah melakukan recall Galaxy Note 7 di seluruh dunia terkait masalah baterai. Anomali baterai di sebagian Note 7 kemungkinan bisa menimbulkan ledakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *