Kementerian Pariwisata Perkenalkan Batam & Bintan Kepada Wisatawan Jepang

0
BINTAN

Kementerian Pariwisata Indonesia terus berusaha mendatangkan wisatawan macanegara ke Indonesia, salah satunya turis Jepang. Asia Pasifik menjadi acuan karena di 2015 lalu mencetak angka terbesar ke Tanah Air, salah satunya wisman Jepang yang menduduki posisi kelima setelah Singapura, Tiongkok, Australia, Malaysia.

Tahun ini kemenpar menargetkan sebanyak 555 ribu wisman Jepang melakukan trip ke Tanah Air. Angka tersebut bisa dicapai karena Indonesia memiliki banyak wisata alam yang diinginkan oleh pasar Jepang. Dalam kesempatan kali ini, kementerian pariwisata Indonesia mengajak 9 turis Jepang ke Kepulauan Riau seperti Batam dan Bintan.

Pemilihan lokasi Batam dan Bintan sebagai lokasi wisata dikarenakan kedua pulau ini merupakan jalur masuk wisatawan ke Indonesia setelah berkunjung ke Singapura. Jarak yang dekat akan memudahkan mereka untuk traveling di dua negara berbeda yakni Singapura, dan Batam.

Lalu, seperti apakah aktivitas mereka selama di Batam dan Bintan, berikut inilah laporannya :

Hari Pertama

Di hari pertama mereka menyambangi Batam dengan menggunakan Batam Centre Ferry Terminal yang merupakan pelabuhan internasional.

Pelabuhan itu sendiri menjadi favorit turis Jepang dikarenakan sistem kemananan yang tertib, dan ketat, sehingga mereka merasa terlindungi, dan aman.

Selain itu biaya menyeberang yang terjangkau bisa digunakan untuk mempermudah turis berkunjung ke Batam, yakni Rp250 ribu untuk sekali perjalanan.

Hari Kedua

Kemudian, dilanjutkan menuju Tanjung Pinang yang merupakan jalan untuk menuju pulau Bintan.
Pelabuhan yang digunakan adalah pelabuhan Punggur.

Dengan menggunakan kapal ferry, turis Jepang ini langsung diajak ke pulau Penyengat di Tanjung Pinang. Sekilas, pulau itu nampak biasa layaknya pulau yang dihuni masyarakat.

Dibalik pulau seluas 3 ribu km persergi ini tersimpan sejarah pemerintahan Melayu pada zaman 1840. Pesona wisata yang dihadirkan merupakan sejarah dengan mengunjungi makam Permaisuri Sultan Mahmud Shah II yang merupakan istri kedua raja Hamidah sebagai pemimpin pemerintahan Melayu.

Setelah itu berkeliling dengan menggunakan becak motor ke Balai Adat Melayu. Di sana ada rumah panggung peninggalan masa pemerintahan zaman penjajahan saat itu.

Bagi mereka rumah panggung itu hampir sama dengan rumah di Jepang. Namun uniknya, mereka menilai rumah adat Melayu itu berbeda karena rumah bernuasa kuning itu lebih tinggi dan besar.

Lalu, melanjutkan perjalanan menuju wihara besar di Tanjung Pinang yakni Maitri Graha Budhist Temple. Tempat wihara besar ini sebagian melakukan ibadah.

Hari ketiga

Di hari ini semua peserta Fam Trip kembali melakukan perjalanan ke Bintan dengan menempuh 2 jam dari kota Tanjung Pinang.

Setibanya, mereka diarahkan ke tempat bermain golf. Berada di tebing laut menjadi sensasi berbeda untuk wisatawan asal negeri Sakura tersebut.

Kemudian setelah itu, diajak berkunjung ke Treasure Bay. Ini merupakan tempat kolam renang terbesar di Asia Tenggara. Kolam renang seluas 6 hektar tersebut juga mampu menghipnotis semua turis Jepang.

Warna biru kristal dari air laut yang sudah disaring ini membuat antusias untuk berenang. Seketika mereka pun menyeburkan diri di kolam renang ini, bahkan di kolam mereka sempat bermain-main, dan berjemur.

Setelah itu, melanjutkan perjalanan ke Lagoi Bay. Pantai yang tenang, dan memiliki pasir putih. Tak luput, wisatawan Jepang ini terkesima dengan keindahan pantai berwarna hijau, dan jernih ini. Bagi mereka, pantai tersebut jarang ditemui di perkotaan di Jepang.

Perjalanan kemudian ke Trikora yang merupakan salah satu destinasi pantai di Bintan yang banyak mengundang perharian wisman.

Di sini, batu besar dan air yang tenang membuat mereka kembali berenang, apalagi airnya sangat hangat dan nyaman untuk dipakai berendam.

Hari keempat

Setelah puas menghabiskan waktu di Bintan, mereka pun kembali ke Batam kemudian melakuan bisnis gatering bersama agen tur di Batam dengan melakukannya di atas cruise yang berjalan mengitari daerah kawasan Barelang selama 3 jam.

Di dalam kapal, mereka bertemu agen travel di bawah naungan ASITA Kepri. Ketua ASITA Kepri ini menjelaskan mereka diundang Kemenpar untuk membuka jalur dari Jepang ke Batam.

Tak ketinggalan, kebun buah jadi sasaran turis orang Jepang ke Indonesia. Pasalnya, mereka suka mencari kebun atau pedesaan.

“Mereka (turis Jepang-red) itu suka ke kebun metik buah sendiri terus dimakan, karena mereka suka dengan alam natural,” tuturnya.

Hari kelima

Di hari kelima ini mereka diajak berbelanja di Nagoya Hill. Di mana lokasi itu merupakan tempat berbelanja yang banyak menyediakan tas, parfun dan makanan import dengan harga yang murah.

Kemudian seusainya dari sana mereka mengunjungi kebun buah naga. Di sana mereka melakukan kegiatan berkebun yang mengasyikan.

Kebun juga dipilih untuk dijadikan tempat berwisata bagi orang Jepang. Di sana juga diperbolehkan untuk menyantap buah naga yang masih segar.

Hari keenam

Mereka berkunjung ke KTM Resort, di mana di sana terdapat patung dewi Kuam Im tertinggi dan terbesar di Indonesia. Pemilihan lokasi ini karena patung yang menjadi simbol orang Budha ini banyak disukai wisman

Selain pemandangan patung, keindahan laut lepas juga menjadi tujuan wisman datang ke sana. Di sana, mereka bisa melihat negara Singapura dari kejauhan, dan air biru dari laut.

Kehadiran mereka diharapkan bisa membuahkan hasil untuk melakukan wisata ke Batam, dan Bintan.

Dikarenakan kemenpar menargetkan jumlah wisman Asia Pasifik sebanyak 21 juta orang untuk datang ke Indonesia.

“Fam trip agak lama, mereka mengenal dahulu lalu baru berasa setelah 6 bulan paling lama dan paling cepat 3 bulan, karena butuh diskusi untuk membuat paket ke Batam dan Bintan,” tukas Lilis Fauziah Kasubid Fam Trip Minat Khusus dan Mice Kementerian Pariwisata kepada wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *