Menteri BUMN Resmi Canangkan Transformasi Bisnis Sarinah

0
r88HeuEdvUidJOBJI3TDRa5BtMX5t4BxL17i13XN

Menteri BUMN Erick Thohir beserta para komisaris dan direksi PT Sarinah (Pesro)   resmi mencanangkan langkah perdana transformasi brand dan bisnis Sarinah sekaligus menghadiri acara Syukuran HUT ke-58 Sarinah. Acara ini dilangsungkan di di gedung Sarinah Thamrin Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Menurut Erick, kedepannya Sarinah harus menjelma menjadi pusat belanja dan ritel produk unggulan dan otentik Indonesia terutama hasil olahan. kreasi dan produksi UMKM. Oleh sebab itu sinergi dengan BUMN yang memang sejak lama menjalankan investasi pada sustainability melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta Corporate Social Responsibility (CSR) dapat terus ditingkatkan.

“BUMN dapat menjadi pelontar usaha dan ekonomi rakyat khususnya UMKM agar tidak ambruk karena dampak wabah Covid-19. Kami sangat berbesar hati karena Sarinah justru memanfaatkan kondisi ini sebagai sebuah kesempatan untuk bangkit dan melakukan penyempurnaan bisnis model yang diarahkan untuk memaksimalkan potensi pasar pasca recovery yang akan sangat sarat dengan perubahan bahkan revolusi gaya hidup serta pola belanja konsumen,” kata Erick

Sementara untuk Sarinah, Erick menyebut pusat perbelanjaan yang lahir tahun 80-an itu,  harus dapat menjadi simbol nation brand dan a must visit shopping & leisure habitat untuk para wisatawan yang menyajikan pengalaman berbelanja dan berinteraski secara kultural dengan produk-produk lokal.

Disisi lain Sarinah juga harus menjadi etalase dan promotor produk UMKM unggulan bagi pasar ekspor. Oleh karenanya maka Sarinah harus betul-betul mengkurasi tenant dan peritelnya untuk mencapai standar global. Hal ini dapat dicapai melalui program pendampingan, kemitraan dan cross selling dengan berbagai outlet yang dikelola oleh dibina oleh BUMN khususnya, termasuk SMESCO dan mitra swasta umumnya,” ujar Erick

Sementara itu, Dirut Sarinah Fetty Kwartati menegaskan bahwa agenda transformasi Sarinah telah selesai melalui tahap business opportunity assessment atau pemetaan gain dan pain factors yang menjadi kompas atau peta jalan membuat blueprint business dan investasi. Salah satu strategi investasinya adalah melalui pemaksimalan aset Sarinah, kerjasama investasi dan sinergi BUMN.

“Lalu yang juga akan menjadi bisnis model yang unik adalah menjadikan Sarinah sebagai Community Mall yang daya pikatnya justru ada pada kegiatan masyarakat sendiri yang secara inherit diyakini akan berdampak pada peningkatan minat pengunjung dan akhirnya berbuah bagi para peritel dan penyewa. Interaksi komunitas ini akan akrab dilakukan secara digital,” kata Fetty.

Sementara Konsultan Placemaking Sarinah Handoko Hendroyono yang juga seorang brand activits dan tokoh dibalik berdirinya M bloc Space mengatakan bahwa saat kebangkitan dan kecintaan pada produk lokal meingkat, Sarinah punya aset yang luar biasa dan berada pada posisi yang pas untuk memaknai spirit ini dan menjadikannya sebagai potensi bisis yang likuid dan berkelanjutan. Jelas terlihat bahwa masyarakat pecinta produk tata boga serta fashion misalnya yang trendy justru malah yang lokal.

“Bangga Buatan Indonesia bukan lagi slogan namun sudah menjadi trend setter. Demikian disampaikan oleh culinary story teller Ade Putri dan  pengrajin Sancaya Rini  yang masing-masing berbagi capaian dan pengalamannya pada sektor ini. Para jawara ritel ini akan bekerjasama meningkatkan kapasitas rekan-rekannya di sektor UMKM sehingga Sarinah bisa menjadi semacam SMEs Marvel atau Super heroes habitat atau Jawara UMKM nasional,” ungkap Handoko

Pemugaran gedung Sarinah telah dimulai sejak keluarnya rekomendasi Tim Sidang Pemugaran Cagar Budaya Pemprov DKI dan diharapkan bisa dilaksanakan Grand Opening pada bulan Agustus 2021. Fetty menutup sambutannya dengan memohon doa restu dan dukungan masyarakat agar kebangkitan produk bangsa adalah juga kebangkitan Sarinah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *