Road Trip Menjadi Pilihan Untuk Berwisata di Saat Pandemi

0
ITF Road Trip 1

Banyak cara untuk berwisata di tengah pandemi Covid-19, yang aman dan nyaman, salah satunya road trip. Bahkan jenis wisata yang satu ini, lebih banyak dipilih masyarakat untuk berlibur di saat pandemi.

Tingkat keamanan road trip dinilai  lebih baik, karena sebagian besar waktunya berada di dalam mobil dan orang-orang yang ikut, biasanya  adalah orang terdekat. Kendati demikian,  tes Covid-19 tetap dilakukan agar tetap terjamin keselamatannya selama perjalanan.

CEO TX Travel Anton Thedy mengatakan road trip harus didukung dengan infrastruktur jalan, seperti jalan tol, pasalnya dengan jalan tol road trip akan terasa nyaman. Sayangnya di Indonesia, jalan tol belum semuanya terbangun, meski sekarang Pemerintah sedang menggenjot pembangunan jalan tol di sejumlah daerah. Jika di setiap sudah di bangun jalan tol tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi raja wisata road trip sedunia, apalagi Indonesia didukung oleh alam yang menakjubkan.

“Di Jawa kita bisa road trip, tetapi misalnya di Kalimantan, mau road tripnya susah. Tidak bisa itu road trip dari Barat ke Timur, atau dari Utara ke Selatan belum nyambung. Kalau pun nyambung road trip nya tidak nyaman,” kata Anton Thedy saat menjadi pembicara dalam program Indonesia Tourism Forum yang rutin ditayangkan EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani.

Anton mengatakan road trip tidak asal pergi, namun ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya kondisi kendaraan. Bicara road trip sudah pasti akan pergi jauh dengan melintasi tol, karena itu kendaraan harus dipastikan prima. Utamakan cek semua komponen yang ada di kendaraan, mulai dari ban, pedal gas, rem dan sebagainya.  Jika komponen tersebut dipastikan dalam kondisi baik, maka road trip pun dapat dilaksanakan.

“Kita mesti tau persis pergi ke mana dan kendaraan yang dipakai itu apa. Contoh jangan sampai  kita ada rencana keluar dari jalan tol atau sebaliknya  kita menggunakan semua jalan tol tetapi kendaraan kita itu tidak dalam keadaan fit. Jadi mesti jelas, ban jangan gundul, lalu juga keadaan mesin dan lain sebagainya, itu yang pertama,” terang pengamat pariwisata ini.

“Yang kedua siapa yang sama-sama dengan kita, ada ga supir cadangan atau berapa orang yang bisa nyetir, ini juga penting karena mobil nyetir terus-terusan dengan kendaraan  di jalan tol itu kadang-kadang monoton, apalagi kalau jalannya lurus, itu cukup berbahaya, jadi harus ganti-gantian,” tambahnya.

Selain itu,  yang perlu diperhatikan menurut Anton adalah kondisi cuaca. Jika cuacanya cerah atau berada dalam musim kemarau makan harus disesuaikan dengan kendaraan. Begitu juga, kalau musim huja atau pancaroba maka yang patut diperhatikan kesaiapan kendaraannya.

“Kapan road tripnya, seperti sekarang lagi musim pancaroba, kalau hujan kendaraannya siap tidak, jangan sampai mobilnya biasa itu, tidak diperbaiki dulu kalau hujan biasanya suka netes-netes  ke dalam misalnya. Lalu  mau road trip itu repot sekali, karena bisa bocor ke dalam misalnya atau ada gangguan di ban atau juga ada gangguan di rem misalnya,” ujar Anto Thedy sembari menambahkan bahwa perlengkapan anak juga harus diperhatikan  jika road tripnya dilakukan oleh keluarga.

 Menurut Anton, road trip di Indonesia kebanyakan dilakukan oleh keluarga. Karena itu, untuk kebutuhan anak harus diperhatikan utamanya yang anaknya masih balita. Apalagi, jika terjebak kemacetan berjam-jam makan kebutuhan anak sudah tersedia di dalam mobil.

Untuk menghindari kemacetan, saat ini sudah bisa dihindari yakni dengan aplikasi penunjuk jalan. Aplikasi tersebut sangat membantu saat melakukan road trip, khususnya bagi wisatawan yang baru pertama kali melakukan road trip dengan jarak jauh.

“Kalau dulu google mapnya, digital mapnya dan lain sebagainya belum secanggih sekarang, sehingga dulu agak sedikit kesulitan, kita mesti kira-kira kota mana kita harus berhenti. Misalnya contoh, dari Jakarta dua jam pertama itu, nanti berhentinya dimana, stop pointnya itu di mana, itu satu. Lalu di tempat itu ngapain, apakah kita makan siang, apakah kita kulineran, apakah kita foto-foto, ini harus kita tau,” tutur Anton Thedy.

Anton menilai road trip lebih seru dibandingkan jenis wisata lain. Keseruannya itu ada sensasi yang terjadi di saat perjalanan, seperti menemukan destinasi baru dan bukan hanya menemukan namun wisatawan akan mampir untuk mencoba destinasi tersebut.

“Saya dari Jakarta mau final ke Banyuwangi lalu balik lagi. Pergi dari jalur utara, pulang  dari jalur selatan misalnya, tetapi begitu sampai ke Semarang, saya lihat ternyata kota tuanya bagus ada objek wisata baru Dusun Semilir, ada Sam Poo Kong, ada ini ada itu, wah bagus, kalau gitu saya lebih lama aja di Semarang,” kata Anton Thedy.

Di akhir pemaparannya, Anton mengingatkan masyarakat untuk menomorsatukan protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran Covid-19 saat berwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *