Menpar & Ketua Umum GIPI Sepakat, GIPI Menjadi Leader & Pemerintah Akan Support Penjualan Pariwisata Indonesia

0
KEMENPAR

Acara Forum Group Discussion (FGD)  yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan FGD adalah “Harmonisasi dan Sinergi Industri Pariwisata Indonesia” dengan membahas mengenai sejumlah permasalahan spesifik yang terkait langsung dengan bagaimana meningkatkan penjualan produk pariwisata Indonesia ke mancanegara dalam rangka mendukung target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini.

Bertemunya seluruh organisasi pariwisata dengan adanya FGD ini seakan memberi kesempatan masing-masing mengutarakan persoalan yang dihadapi masing-masing. Apabila pemerintah lewat Kementerian Pariwisata benar-benar bisa menampung seluruh permasalahan yang ada dan duduk bersama-sama mencari jalan keluarnya bukan tidak mungkin pariwisata Indonesia akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat mencapai target yang dicanangkan.

Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa pariwisata ditetapkan menjadi core business Indonesia karena memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komperatif di antaranya; pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar.

Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional semula sebesar 9,5% pada  2014  akan meningkat menjadi 15% pada 2019 mendatang, begitu pula lapangan kerja yang tercipta semula 11 juta menjadi 13 juta, demikian disampaikan Arief Yahya dalam kata sambutannya, pada Selasa (7/3).

Industri pariwisata Indonesia punya keunggulan komperatif, sehingga Indonesia dinilai terbaik di kawasan regional bahkan melampaui ASEAN. Sementara bicara mengenai kompetitor pariwisata Indonesia adalah negara Thailand, sedangkan untuk negara ASEAN lainnya itu lebih mudah dikalahkan.  Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh Indonesia yakni country branding Wonderful Indonesia, yang kini sudah berada di rangking 47 dunia, ini menunjukkan positioning dan differentiating Indonesia di tingkat dunia.

Berbeda halnya dengan Singapura, yang sebagai trade and investment hub itu tidak mudah Indonesia untuk mengalahkannya.  Tetapi akan lebih mudah bagi industri pariwisata Indonesia menjadi tourism hub  yang pada prinsipnya menciptakan people-to-people relationship dan diyakini trade and investment akan ikut tumbuh dengan pesat.

Arief mengatakan bahwa Indonesia akan dapat memenangkan persaingan di tingkat regional dan global apabila seluruh Kementerian/Lembaga yang ada bersatu padu untuk fokus mendukung  core business yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu kerjasama seluruh Kementerian/Lembaga.

GIPI  sendiri sebagai mana amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menjadi payung bagi seluruh organisasi pariwisata di Indonesia dan  menjadi mitra kerja pemerintah,

“GIPI berperan  sebagai  ujung tombak dalam mendukung pencapaian target pemerintah sebagaimana perannnya  industri adalah leading, sedangkan government sebagai supporting,”  kata Arief Yahya.

Demikian juga dikatakan oleh Ketua Umum GIPI,  Didien Junaedy  yakni tahun 2017 menjadi  momentum untuk meningkatkan kegiatan penjualan produk wisata secara maksimal  karena  dua tahun terakhir ini kegiatan branding dan advertising yang dilancarkan Kemenpar secara global dan massif telah berhasil membangun citra dan persepsi global terhadap destinasi Indonesia.

“Tahun ini sebagai momentum untuk melakukan selling the products sebagai upaya mencapai target pariwisata nasional.” papar Didien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *