10 Skills Untuk Sukses di Era Revolusi 4.0
Pernah mendengar VUCA ? Istilah Vuka pertama kali digunakan dalam dunia militer pada era 90-an untuk menggambarkan situasi medan tempur yang dihadapi pasukan perang dimana informasi mengenai medan perang dan kekuatan lawan sangat terbatas, bertempur dengan informasi yang terbatas terasa berjalan dalam kebutaan dan bisa menimbulkan kekacauan dan kekalahan. keadaan ini yang diistilahkan sebagai medan Perang Kabut (Fog War), istilah Vuca ini dipakai untuk menggambarkan kondisi dunia saat ini, Vuca kepanjangan dari Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity.
V yaitu Volatility berarti sebuah kondisi di mana yang namanya perubahan sangat cepat sekali sekitar 3 tahun yang lalu saya mulai belajar IoT (Internet of things) belum selesai belajar IoT uncul lagi namanya Artificial Intelligence, Saya penasaran dong gimana Artificial Intelligence, kita mempelajari tentang teknologi AI ini belum selesai mempelajari AI Muncul lagi teknologi namanya virtual reality yang kacamata segede bagong itu ya.
Tetapi Muncul lagi teknologi baru namanya Bitcoin, saat belajar tentang Bitcoin muncul lagi Namanya Crypto Currency itulah disebut Volatility, perubahan begitu cepat sekali Begitu juga dengan Smartphone kita setiap tahun keluarkan varian baru, menawarkan teknologi baru yang lebih canggih mulai dari kameranya, baterainya fast charger sampai ke semua fitur-fitur.
Berikutnya U Uncertainty yaitu ketidakpastian, sekitar 10 tahun yang lalu bisnis batubara sangat menjanjikan, banyak sekali orang kaya karena bisnis batubara, tetapi sejak kebijakan pemerintah untuk melarang ekspor batubara karena hanya dipakai untuk dalam negeri. Setelah kondisi ini Bisnis batubara menjadi turun, banyak sekali perusahaan yang bangkrut akibat kebijakan pemerintah ini.
Tidak ada jaminan memiliki skill tertentu akan membawa kita jadi sukses, tidak ada jaminan bekerja di perusahaan BUMN perusahaan yang mapan sekalipun dibandingkan dengan kerja di perusahaan Start-Up Anda akan aman, tidak ada jaminan menempuh Pendidikan sekolah yang lebih tinggi akan lebih sukses dibandingkan dengan lulusan SMK.
Berikutnya C Complexity atau kompleksitas, contohnya ketika mengambil suatu keputusan keputusan Bagaimana menaikkan penjualan biasanya faktor-faktornya adalah meningkatkan jumlah customer, menambah jumlah marketing, menambah jumlah cabang di semua provinsi tetapi di era complexity ini faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan sangat kompleks seperti toko online, social media dan jumlah reseller, banyaknya hatters ada berita di televisi jangan menggunakan produk ini karena mengandung bahan berbahaya tiba-tiba produk Anda tidak laku. kompleksitas juga dipengaruhi banyaknya jumlah kompetitor baru, distrupsi teknologi, berubahnya pola konsumsi, regulasi pemerintah begitu Kompleks, perubahan power supply dan sebagainya.
Berikutnya A Ambiguity, Ambigu artinya kata dengan makna ganda atau lebih dari satu. Contohnya tahun lalu kita sukses menggunakan strategi canvassing door to door dan tahun ini kita mencoba kembali gunakan strategi yang sama dengan cara yang sama hasilnya berbeda dengan tahun yang lalu.
Lalu pertanyaannya adalah Bagaimana menghadapi Vuca, keterampilan apa yang diperlukan ? Yang pertama adalah Complex Problem Solving, kemampuan smart people menyelesaikan masalah yang kompleks, menyelesaikan masalah yang rumit, menyelesaikan masalah yang sering berulang, menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan terdekat sekitar kita.
Yang kedua Critical Thinking, kemampuan berpikir kritis, kemampuan melihat gambaran yang besar dalam suatu masalah dan akar permasalahannya sehingga bisa melihat kejanggalan dengan hal-hal yang tidak masuk akal bisa dikritisi.
Yang ketiga Creativity, kemampuan kreatif menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru yang berbeda dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Yang keempat People Management, kemampuan mengelola, menggerakkan orang, kemampuan berkoordinasi dengan orang lain, dengan departemen lain untuk mencapai tujuan bersama, mencapai visi bersama, mencapai misi bersama.
Yang kelima Coordinating with Others, kemampuan untuk berkolaborasi, berdiskusi kelompok, berorganisasi yang baik, kemampuan menyampaikan ide, menyampaikan gagasan, memiliki sikap yang positif apabila ide atau gagasan kita ditolak oleh organisasi kita.
Yang keenam Emotional Intelligence, untuk mengelola diri sendiri dan orang lain, mampu berinteraksi secara positif antara satu dengan yang lain, mampu menghargai pendapat orang lain, mampu menghargai perbedaan.
Yang ketujuh Judgement and Decision-Making, kemampuan menilai dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat terutama dalam posisi cepat sekali berubah, kondisi yang serba kondisi sulit serba tidak pasti.
Yang kedelapan Service Orientation, kemampuan untuk berorientasi memberikan pelayanan terbaik, memberikan pelayanan yang lebih dari harapan, kemampuan untuk berempati kepada orang lain.
Yang kesembilan Negotiation Skills, kemampuan untuk bernegosiasi kemampuan meyakinkan orang lain bahwa apa yang kita sampaikan adalah win win bukan win lose.
Yang kesepuluh Cognitive Flexibility, kemampuan untuk mudah beradaptasi, mudah menyesuaikan terhadap hal-hal baru.
Itulah tadi 10 skills yang dibutuhkan oleh Smart People untuk menghadapi era Vuca dan menghadapi revolusi industri yang ke-4 di mana skill ini tidak dimiliki oleh robot tidak bisa digantikan oleh mesin. Oleh karena itu, kesepuluh skills ini yang harus dilatih secara terus-menerus berkesinambungan supaya kita bisa menang di era Vuca. Terima kasih semoga bermanfaat dan sukses buat kalian semua.
Data dirangkum dan diolah dari berbagai sumber dengan cara:
Dr Andy Kurniawan Bong, SE, MBA. (Dosen Senior)
