FIFA Pecahkan Rekor Pendapatan, Piala Dunia 2026 Hasilkan Rp269 Triliun

0
92591688-302e-4fb9-9ada-627cc5345278

Ilustrasi FIFA Kantongi Rp269 Triliun, Piala Dunia 2026 Jadi Mesin Uang Baru (Foto: Generated AI)

El John News – Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga membawa keuntungan finansial terbesar dalam sejarah FIFA. Turnamen yang berakhir dengan keberhasilan Spanyol menjuarai dunia usai mengalahkan Argentina 1-0 di partai final itu juga menjadi ajang paling menguntungkan bagi federasi sepak bola dunia.

FIFA diperkirakan membukukan pendapatan hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp269 triliun sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Nilai tersebut melampaui target awal sebesar 11 miliar dolar AS, sekaligus mencatatkan rekor baru dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Jika dibandingkan dengan Piala Dunia Qatar 2022, lonjakan pendapatan FIFA meningkat sangat signifikan. Pada edisi sebelumnya, FIFA memperoleh pemasukan sekitar 7,5 miliar dolar AS atau setara Rp134 triliun, sehingga pendapatan pada edisi 2026 hampir mencapai dua kali lipat.

Meningkatnya jumlah peserta menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan pemasukan. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia diikuti oleh 48 negara, lebih banyak dibandingkan format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.

Selain bertambahnya jumlah pertandingan, tingginya minat penonton juga berdampak pada kenaikan harga tiket. FIFA turut memperoleh tambahan pendapatan dari transaksi pasar sekunder dengan menerapkan potongan sebesar 15 persen kepada pembeli dan 15 persen kepada penjual tiket.

Keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dari sisi bisnis membuat FIFA mulai mempertimbangkan ekspansi yang lebih besar pada edisi berikutnya. Federasi sepak bola dunia tersebut dikabarkan tengah mengkaji usulan penambahan jumlah peserta pada Piala Dunia 2030.

Apabila rencana tersebut disetujui, jumlah negara peserta akan kembali bertambah dari 48 menjadi 64 tim. Langkah ini dinilai tidak hanya akan memperluas partisipasi negara-negara anggota FIFA, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai komersial serta pendapatan dari hak siar, sponsor, dan penjualan tiket pada turnamen mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *