Luas Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat Bertambah Jadi 13.522 m2
Luas kerusakan terumbu karang di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat semakin meluas setelah tim gabungan yang dipimpin Kementerian Koordinator Kemaritiman menyelam ke titik kerusakan terumbu karang. Penyelaman dilakukan untuk menelusuri luas kerusakan sebenarnya terhadap salah satu habitat laut itu oleh kapal MV Caledonian Sky. Setelah melakukan penyelaman, luas kerusakan yang sebelumnya diberitakan mencapai 1600 m2 adalah salah, bahkan saat ini kerusakannya semakin melebar mencapai 13.522 m2.
“Dari hasil (pendataan) terakhir, penghitungan sementara, itu ada 13.522 meter persegi (yang rusak, red), jauh dari hasil sebelumnya yang hanya 1.600 meter persegi. Ini yang hari ini didata lagi berapa luasan yang didapat nanti. Diukur kembali dari titik pertama sampai titik terakhir, lebarnya, itulah nanti datanya,” kata Dirjen Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah .
Karliansyah pun tidak menyangkal jika ada kemungkinan hasilnya lebih luas dari 13 ribu meter persegi. Saat ini tim gabung kembali melakukan penyelaman untuk mengumpulkan patahan terumbu karang.
“Bisa jadi (lebih besar). Bisa jadi. Dari data-data yang mereka dapatkan, itu kan ada yang terbelah, patah, dan itu mereka kumpulkan jadi satu. Kemudian nanti dikalikan. Dan hasilnya itu tadi dapatlah 13.522 meter persegi. Jika ditanya apakah ada kemungkinan lebih luas lagi, bisa jadi,” kata Karliansyah.
Kapal MV Caledonian Sky berada dititik yang salah saat kandas di perairan Raja Ampat. Kapal pesiar asai Inggris berhenti di perairan dangkat dan berada dibawah terumbu karang yang tumbuh subur dan indah. nsiden itu telah mengakibatkan kehancuran habitat ekosistem struktural dan mengurangi atau menghilangkan keanekaragaman delapan jenis karang yang ada di Raja Ampat, termasuk acropora, porites, montipora, dan stylophora.
Selama ini, kawasan perairan Raja Ampat memang terkenal sebagai lokasi wisata dengan minat khusus, seperti menyelam, karena merupakan kawasan karang terbaik kelas dunia yang dimiliki Indonesia. Sedikitnya terdapat 537 spesies karang di perairan itu.
