Wisata Kuliner Enak di Sayur Asem Betawi Haji Matalih

0
sayur-asem-betawi-joglo

Sebuah rumah kebaya sederhana khas Betawi menjadi persinggahan banyak orang pada kerinduan cita rasa kuliner Betawi yang original. Warung Sayur Asem H Matalih, begitulah nama bekennya, meski sang pemilik tak pernah memasang merek usahanya. Menu utamanya adalah sayur asem bening dengan rasa yang sudah terkenal dari mulut ke mulut. H Matalih tak pernah berpromosi dengan sengaja, tapi atmosfir yang dibangun dengan warung kecil yang sengaja dibuat berlantai tanah  benar-benar kental dengan budaya. Kesan rapi dan bersih ditambah  rasa yang ditawarkan membuat orang terus dan terus berdatangan.

Aslinya ini adalah  rumah  makan  khas Betawi, menu lainnya adalah  ayam goreng, pepes, ikan goreng, bakwan udang, ikan asin, tahu-tempe goreng, dan lainnya. Khas makanan rumahan. Semua dipajang rapi di etalase. Tinggal pilih menu, langsung diantar ke meja.

Foto: Berita.yahoo.com

Sayur asem H Matalih adalah  sayur asem khas versi bening. Bening kuahnya menggoda, karena bersih tanpa endapan bumbu. H Matalih sengaja menggiling halus bumbu, lantas disaring untuk mendapatkan kuah yang bening. Macam-macam sayur memenuhi mangkok, kacang panjang, jagung, daun melinjo, nangka muda, terong bulat. Taste-nya benar-benar Betawi, asam tanpa manis yang kentara asin dipadu  cabe hijau segar. Asem jawa pun sengaja dipilih asem mentah yang juga disaring. Jadi kuahnya benar-benar tersisa sari-sari bumbu yang tinggal diseruput pelanggan. Anda harus mencobanya dengan  ikan asin dan sambel ijo supaya lebih nendang.

Kualitas rasa menjadi bagian yang sangat diperhatikan, karena H. Matalih berbelanja setiap hari untuk sekali masak. Semua bahan dipilih yang segar dengan kebersihan yang harus dijaga. Dengan begitu, dari tahun ke tahun rasa sayur asemnya tidak pernah berubah. Inilah yang membuat rumah makan sederhana ini tak pernah sepi pembeli dan selalu habis. Bertahan sejak kali pertama di buka tahun 1954.  Sayur asem mulai menjadi menu andalan di tahun 1970-an, karena selalu dicari dan paling laris di antara menu lainnya.

Matalih memang tidak main-main dengan warungnya. Keinginannya sederhana, agar tiap orang bisa bernostalgia dengan makanan Betawi. Dirinya berharap budaya Betawi juga tidak luntur, satu hal yang membuat dirinya konsisten dengan bangunan Betawi yang apa adanya untuk tempat berdagang. Sesuai dengan pesan sang engkong yang menjadi perintis usaha tersebut.

Alhasil, usahanya cukup sukses dari modal awal Rp. 150.000 hingga membesar hingga jutaan seperti sekarang. Resep menu selalu dipertahankannya sesuai tradisi keluarganya yang asli Betawi. Sementara resep usaha, tidak neko-neko. “Dijalanin aja mah. Yang penting sabar dan ikhlas ngejalanin,” ujarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *