Pemerintah Didorong Gencarkan Berwisata di Dalam Negeri Untuk Era Kebangkitan Pariwisata di Tahun 2022
Tokoh pariwisata nasional Martinus Johnnie Sugiarto menilai tahun 2022 akan menjadi era kebangkitan sektor pariwisata tanah air. Namun, untuk menuju ke era tersebut dibutuhkan sinergi yang kuat antara Pemerintah dan stakeholder pariwisata. Sinegeri yang harus dibangun yakni, para unsur pemerhati pariwisata harus dapat menggencarkan promosi wisata di dalam negeri.
CEO EL JOHN Media ini, melihat cukup sulit, jika sektor pariwisata mengharapkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), pasalnya munculnya varian baru Covid-19 menjadi penyebab warga negara asing (WNA) menunda pelesiran ke negara lain. Apalagi kebijakan banyak negara, termasuk Indonesia yang melarang warganya berwisata ke luar negeri.
“Akibatnya bukan hanya kita membatasi turis asing ke negara kita, tapi banyak juga negara yang meminta agar masyarakatnya membatasi diri keluar negeri, apa lagi jika hanya untuk berwisata. Oleh karena itu, pelaku wisata Indonesia yang masih mengharapkan kunjungan wisata dari mancanegara mungkin bisa memikir ulang rencananya, karena akan sulit tercapai,” kata Martinus Johnnie Sugiarto kepada tim liputan EL JOHN News, Selasa (04/01/2022).
Menurut Martinus Johnnie Sugiarto, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dapat memberikan angin segar untuk sektor pariwisata. Agar kunjungan wisnus tersebut dapat meningkat, maka yang diperlukan adalah promosi destinasi wisata secara gencar melalui wadah yang tepat, seperti media massa dan media sosial.
“Harapan kebangkitan wisata kita sudah seharusnya lebih fokus ke wisata dalam negeri saja, Pemerintah diharapkan bisa lebih mensosialisasikan wisata dalam negeri, menghimbau agar masyarakat menahan diri untuk tidak berwisata ke luar negeri kecuali utk kepentingan bisnis, dinas yang memang tidak bisa dihindari, tapi untuk berwisata cukup dalam negeri saja,” ujar Martinus Johnnie Sugiarto.
“Pemerintah daerah juga dianjurkan membuat promosi destinasi ( bukan produk ) yang gencar, untuk provinsinya, kota nya atau kabupaten nya, karena begitu ekonomi bangkit, masyarakat sudah punya uang untuk berwisata, tentu yang terpikir oleh mereka adalah destinasi yang gencar dipromosikan,” tambahnya.
Namun, akan sia-sia jika promosi destinasi yang digencarkan tidak diiringi dengan upaya dalam penanganan pandemi Covid-19. Saat ini, upaya Pemerintah dalam mengatasi pandemi terlihat hasilnya, yakni laju kasus Covid-19 tidak terus melonjak, meskipun kini sedang dihadapi ancaman varian Omicron. Tidak menutup kemungkinan varian baru tersebut juga dapat diatasi, jika Pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi.
“Harapan ini baru bisa tercapai apabila penyebaran Covid 19 dengan berbagai varian dapat dikendalikan oleh pemerintah secara baik, tanpa kondisi yang kondusif, susah untuk mendorong bangkitnya pariwisata dalam negeri,” ungkap Founder Yayasan EL JOHN Indonesia ini.
Pada kesempatan ini, Martinus Johnnie Sugiarto berharap Pemerintah dapat membantu kelangsungan hidup industri pariwisata. Bantuan yang diberikan pemerintah dapat berupa kemudahan bagi pelaku usaha pariwisata untuk tetap beroperasi.
“Industri Pariwisata dalam negeri yang sudah terdampak parah, hendak nya bisa difasilitasi oleh Pemerintah, misalnya dengan menanggung bunga pinjaman dari Bank, memberikan pinjaman lunak baru, membebaskan PBB dan retribusi-retribusi lain. Hal ini perlu dipikirkan oleh Pemerintah, karena apabila industri pariwisata dalam negeri sampai tutup, maka Pemerintah akan sulit mencari investor baru. Jadi akan sangat bijak bagi Pemerintah, apabila bisa terus mendukung usaha-usaha yang sudah ada, jangan sampai mereka bangkrut,” tutup Martinus Johnnie Sugiarto.



