Disaksikan Menhan Prabowo, Industri Pertahanan Indonesia dan Malaysia Teken MoU Soal Kedirgantaraan
Industri pertahanan Indonesia dan Malaysia menandatangani dua Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman. Industri pertahanan Indonesia yang menandatangani Mou ini adalah PT Dirgantara Indonesia (PT DI), sedangkan dari Malaysia diwakili oleh AIROD Sdn. Bhd. (AIROD) dan SME Aerospace Sdn. Bhd. (SMEA).
Penandatangan Mou Pertama dilakukan PT DI dengan AIROD Sdn. Bhd. (AIROD) untuk memasarkan dan menjual pesawat N219 yang diproduksi oleh PTDI. Untuk MoU kedua, ditandatangani oleh PT DI dengan SME Aerospace Sdn. Bhd. (SMEA) untuk aerostruktur. Penandatangan dua MoU tersebut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Penandatanganan MoU antara PTDI dan AIROD dilakukan oleh Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan dan AIROD CEO, Marsda (Purn.) Dato Ismail bin Ibrahim.
Sementara penandatanganan MoU antara PTDI dan SMEA dilakukan oleh Gita Amperiawan dan Presiden National Aerospace & Defense Industries (NADI) Marsma (Purn.) Dato Abdul Rahim bin Abdul Rahman.

Menhan Prabowo mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung tercapainya kesepakatan kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan Malaysia ini.
“Dua kemitraan ini diharapkan dapat mendorong kemajuan industri pertahanan RI dan memberi pengaruh positif terhadap penguatan ekosistem kedirgantaraan Indonesia,” ujar Menhan Prabowo.
Adapun diharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan kompetensi kedirgantaraan PTDI dalam rantai nilai industri dirgantara global.
Soal kerja sama dengan AIROD, Gita mengatakan bahwa N219 sendiri adalah pesawat yang sepenuhnya dirancang dan dikembangkan oleh para insinyur Indonesia

“Dan saya yakin kita semua bangga mengatakan bahwa N219 juga milik negara-negara ASEAN sebagai bagian dari produk pesawat asli Asia Tenggara. Dan acara ini menandai tonggak penting kami untuk N219 memasuki pasar global,” ujarnya.
Adapun soal kerja sama dengan SMEA, Gita mengatakan bahwa ini menandai awal dari perjalanan menuju masa depan yang lebih kuat dan lebih sejahtera untuk kedua bisnis aerostruktur.
“Saya percaya sinergi kami ini akan meningkatkan kehadiran kami sebagai rantai pasokan dunia dari kawasan Asia Tenggara untuk OEM global,” ujar Gita.
