Kemenpar Akan Genjot Promosi Wisata di Tokyo Dan Sendai
SONY DSC
Melihat ada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)asal Jepang, membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggenjot promosi pariwisata Indonesia di Jepang. Berdasarakan data dari Kemenpar Tahun 2016 kunjungan wisman asal Jepang turun dari 528 ribu orang menjadi 513 ribu orang.
Kemenpar telah menetapkan tanggal untuk lebih menggalakan lagi promosi pariwisata Indonesia di negeri sakura tersebut. Ada dua kota yang menjadi incaran Kemenpar dalam melakukan promosi pariwisata ini, yakni di Tokyo pada tanggal 16 Mei 2017 dan di Sendai pada tanggal 18 Mei 2017.
Untuk promosi ini, Kemenpar akan merangkul 12 travel agent yang mayorita dari Bali dan beberapa dari Sulawesi Utara (Sulut). Mereka akan memasarkan produk wisata di daerahnya kepada para buyer asal Jepang.
“Nantinya akan ada business to business (B2B) meeting agar tercipta kerja sama bisnis sehingga meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan di media Jepang sehingga org tertarik membeli paket-paket harga khusus,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Vinsenius Jemadu.
Pitana menambahkan, Selain promosi lewat kegiatan misi penjualan, fam trip, festival, dan pameran, Wonderful Indonesia juga promosi di media seperti Google, Lonely Planet, NatGeo, CNN. Pasang iklan di stasiun kereta dan bandara yang ada di Jepang.
Pitana menilai promosi di Jepang bukan hanya sekedar berapa jumlah wisman asal Jepang namun akan terbuka peluang usaha yang memiliki prospek cerah.
“Pasar Jepang itu sangat seksi. Apabila kita mengundang wisman Jepang ke Indonesia, bukan hanya soal jumlah saja. Lebih dari itu, akan tercipta dan terbuka kesempatan usaha di berbagai bidang nantinya. Upaya ini untuk membuka mata masyarakat Jepang tentang pariwisata Indonesia. Promosi Wonderful Indonesia di Jepang, diharapkan meningkatkan minat masyarakat Jepang berwisata ke destinasi wisata unggulan Bali and beyond di Tanah Air,” ungkap Pitana.
Sebelumnya, Kemenpar bersama 10 operator diving mengikuti kegiatan Marine Diving Fair, yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang dan One World Festival 2017 yang digelar di Kansai TV Ogimachi Square, Osaka, Jepang.
“Kami serius mengejar target wisman asal Jepang. Pada 2017 ini, Kementerian Pariwisata membidik 762.000 wisman dari Jepang untuk mensupport proyeksi total 15 juta wisman pada 2017,” kata Vinsensius.
Vinsensius menjelaskan, Bali masih menjadi andalan utama pemerintah dalam promosi ke mancanegara. Namun disisi lain, pemerintah tidak akan melupakan 10 destinasi prioritas atau yang dikenal dengan Bali Baru seperti Labuan Bajo, Danau Toba dan Borobudur.
“Patut diperhatikan bahwa kedekatan latar belakang sejarah antara Jepang dengan Indonesia adalah suatu peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar Jepang,” ujar Vinsensius.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Jepang memang stagnan dalam dua tahun terakhir. Jumlah inbound ke Indonesia tidak terlalu melonjak naik. Berbeda dengan China yang sangat agreasif dan saat ini sudah mengalahkan Singapore, Malaysia dan Australia di posisi terbesar. “Tapi kita tidak boleh putus asa untuk menarik wisatawan mancanegara dari Asia Pasifik, termasuk di dalamnya Jepang,” ujar Menpar Arief Yahya.
Jarak tempuh Jepang-Indonesia juga tidak terlampau jauh, termasuk jarak menengah yang bisa diterbangi 7-8 jam saja. Tidak lebih dari itu, sehingga untuk traveling, perjalanan selama itu tidak terlalu melelahkan. “Karena itu, kami optimis, bisa mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak lagi,” jelas Menpar Arief Yahya.
Untuk informasi, rerata tinggal wisman Jepang di Indonesia selama 6 hari, dengan rerata pengeluaran USD 1.138. Sementara penggunaan akomodasi hotel berbintang sebanyak 74 %. Selama ini, wisatawan asal Jepang mengaku mendapat informasi pariwisata Indonesia dari word of mouth yang menacapai 47 %.
