Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun, Fokus Operasional dan Pemilu 2029

0
KAPOLRIDPR_337731

Pimpinan Polri sedang menjalani rapat bersama komisi III DPR (Foto: Humas Polri)

El John News, Jakarta-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027. Tambahan dana tersebut dibutuhkan untuk menutup kekurangan anggaran setelah pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan ideal institusi kepolisian.

Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pagu indikatif Polri tahun 2027 sebesar Rp118 triliun baru mampu memenuhi sekitar dua pertiga kebutuhan anggaran yang dibutuhkan.

“Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,” kata Dedi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Dedi, kebutuhan anggaran Polri semakin meningkat setelah dilakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp184 triliun rupiah,” ujarnya.

Dengan kebutuhan ideal mencapai Rp184 triliun dan pagu indikatif sebesar Rp118 triliun, Polri masih menghadapi kekurangan anggaran Rp66,1 triliun. Karena itu, tambahan anggaran tersebut diajukan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas untuk dipertimbangkan dalam pembahasan anggaran mendatang.

Dari total tambahan yang diusulkan, sebesar Rp4,5 triliun dialokasikan untuk belanja pegawai. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan akibat perubahan batas usia pensiun, kenaikan remunerasi hingga 80 persen, kekurangan gaji dan tunjangan rutin, serta kebutuhan penerimaan anggota baru Polri pada tahun 2027.

Sementara itu, anggaran sebesar Rp20,9 triliun direncanakan untuk mendukung belanja barang dan operasional kepolisian. Kebutuhan tersebut mencakup pembiayaan BBM, listrik, penguatan operasional Bhabinkamtibmas, peningkatan anggaran penyelidikan dan penyidikan, hingga persiapan pengamanan Pemilu 2029.

Tambahan anggaran operasional juga akan digunakan untuk mendukung pemeliharaan sarana dan prasarana, perlengkapan personel, pembentukan satuan kerja baru, serta berbagai operasi kepolisian seperti Operasi Damai Cartenz, Operasi Lilin, dan Operasi Ketupat.

Selain itu, Polri juga mengusulkan tambahan anggaran untuk mendukung penanggulangan bencana, pengamanan VVIP, penanganan kerusuhan massa, serta pengamanan berbagai agenda nasional dan internasional yang membutuhkan kesiapan personel dan peralatan.

Porsi terbesar dalam usulan tambahan anggaran berada pada belanja modal yang mencapai Rp40,6 triliun. Dana tersebut akan difokuskan untuk modernisasi sarana dan prasarana kepolisian, termasuk pemenuhan alat material khusus (almatsus) guna mendukung pengamanan Pemilu 2029.

Melalui tambahan anggaran tersebut, Polri berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan agenda nasional di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *