Secara Daring, Trump dan Pezeshkian Resmi Teken Perjanjian Damai AS-Iran
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi tandatangani dokumen kesepakatan damai dari jarak jauh (Foto: Generated AI)
El John News-Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani memorandum perdamaian yang menjadi langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara kedua negara.
Penandatanganan dilakukan secara elektronik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dari lokasi yang berbeda pada hari yang sama.
Trump menandatangani dokumen tersebut saat berada di Prancis usai menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Penandatanganan dilakukan menjelang jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.
Macron turut menyaksikan langsung proses penandatanganan tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang diambil kedua negara.
Melalui unggahan di media sosial X, Macron menyebut memorandum tersebut sebagai momentum penting bagi hubungan Amerika Serikat dan Iran sekaligus bagi stabilitas kawasan.
Menurut Macron, kesepakatan tersebut juga membuka jalan bagi kembali normalnya aktivitas pelayaran internasional di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani dokumen yang sama dari Teheran. Dengan selesainya proses penandatanganan secara daring, agenda penandatanganan resmi yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Swiss pada akhir pekan akhirnya dibatalkan.
Meski demikian, sejumlah sumber menyebutkan pertemuan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Swiss tetap akan berlangsung. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan teknis dan implementasi berbagai poin yang telah disepakati dalam memorandum.
Dokumen yang ditandatangani diberi nama “Islamabad Memorandum of Understanding between the United States of America and the Islamic Republic of Iran” dan memuat 14 poin kesepakatan di antaranya kedua negara menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penghentian konflik di seluruh lini, penghentian blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, pembukaan Selat Hormuz untuk pelayaran internasional tanpa biaya tambahan, pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan, pelonggaran sanksi ekonomi, serta pengaturan terkait program nuklir Iran.
Kesepakatan ini dinilai menjadi salah satu perkembangan diplomatik paling signifikan dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa tahun terakhir. Selain berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, memorandum tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas pasar energi dan perdagangan global.