Wisata-Bunaken-di-Manado

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) punya kabar gembira bagi perkembangan pariwisata di tanah air. BKPM menyebut ada 27 perwakilan perusahaan asing yang meminta pertemuan one to one  dengan pemerintah daerah. Ke 27 perwakilan perusahaan asing itu merupakan calon investor yang tertarik dengan sektor pariwisata di Indonesia.

Rata-rata investor tersebut berminat untuk menanamkan modalnya di bidang sarana penunjang pariwisata. Sebab, tanpa sarana penunjang dengan standar internasional, maka akan sulit bagi daerah mengembangkan potensi pariwisatanya.

Ke 27 perwakilan perusahaan asing itu merupakan bagian dari 250 peserta yang hadir di Manado International Conference in Tourism pada 22 hingga 24 Mei 2017.  BKPM dan Kementerian Pariwisata bakal menawarkan destinasi pariwisata kepada para peserta.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga  mengatakan Kawasan Ekonomi Khuusus Bitung atau  Bunaken menjadi lokasi yang cocok untuk para investor . Karena itu para investor yang hadir akan diarahkan untuk menanamkan modal di KEK Bitung atau Bunaken.

“Untuk Bitung yang akan diinformasikan lebih pada aktifitas logistik dengan pembangunan Pelabuhan maupun interkoneksi Bitung-Manado-Gorontalo,” kata Himawan

Pada pelaksanaanya investor akan dipertemukan dengan  beberapa perusahaan yang telah menanamkan modalnya di Bitung seperti Grup Indofood. Sedangkan investor yang fokus di sektor pariwisata dapat menggali informasi lebih dalam di Bunaken. Bunaken selama ini dikenal sebagai salah satu obyek wisata nasional menawarkan keindahan alam bawah laut dengan berbagai aktivitas wisata seperti snorkling dan diving.

Selain Bitung dan Bunaken, acara Invest Manado juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan potensi investasi pariwisata di Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara). Dari data Investasi asing (FDI) BKPM hingga kuartal pertama 2017, Sulawesi Tenggara berada di peringkat kedelapan dengan nilai investasi mencapai 272,20 juta dolar AS. Sementara Sulawesi Utara berada di peringkat 16 dengan nilai investasi mencapai151,49 juta dolar AS,  serta Maluku Utara di peringkat 23 dengan nilai 32,30 juta dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *