DestinationEco TourismHealthy LifeLifestyleSports

Ijen Trail Running 2017 Digelar, Menyajikan Medan Yang Menantang

Digelarnya Ijen Trail Running kali ini merupakan event yang sangat menarik bagi para wisatawan mancaegara dan nusantara. Kegiatan tersebut berlangsung pada 21 Mei 2017 yang pesertanya berasal dari 17 negara, peserta juga terkesan atas acara tersebut karena keeksotisan Ijen yang sudah terkenal di mancanegara.

Ijen Trail Running merupakan lomba jelajah alam berbasis olahraga lari dengan terbagi 4 kategori yaitu 100K, 70K, 42K dan 21K. Masing-masing kategori tersebut bisa diikuti oleh pelari pria dan wanita. Untuk start dan finish adalah melalui PTPN XII yang berlokasi di Desa Kalisa, Ijen.

Rutenya selain puncak Gunung Ijen adalah kawasan hutan lindung Perhutani, Taman Wisata Alam Ijen dan kawasan perkebunan kopi PTPN XII Kalisat.

“Kegiatan ini sudah masuk dalam kalender tahunan Asia Trail Master. Peserta yang masuk kualifikasi berkesempatan mengikuti World Trail Running yang rencananya akan digelar di Mont Blanc, Perancis” papar Alfan Impriadi Event Director Egon Trail.

Tantangan yang dihadapi para peserta dalam Ijen Trail adaalah adalah jalur yang ekstrim dan cuaca dingin. Pada malam hari diperkirakan suhu mencapai 4 derajat celcius. Dataran Tinggi Ijen dipilih dikarenakan memiliki jalur yang menantang dan kawasan eksotis yang sudah terkenal. Gunung Ijen mempunyai ketinggian 2443 Mdpl, dan merupakan gunung api yang didalamnya terdapat keindahan blue fire yang hanya ada dua di dunia.

Peserta yang mengikuti perlombaan juga disajikan panorama pegunungan yang terbentang di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi. Nantinya pihak penyelenggara telah menyediakan beberapa pos sepanjang rute perjalanan untuk keperluan bagi peserta. Beberapa peserta juga kagum dengan menariknya medan yang diberikan di Ijen Trail. “Selama saya mengikuti trail running, ini medan yang paling menantang,” ujar Nadia Zeelan pelari dari Prancis.

Egon Trail yang merupakan penyelenggaraan lomba ini mengaku event ini digelar rutin dan berpindah-pindah ke berbagai daerah lainnya.

“Lomba lari semacam ini akan terus digelar di berbagai kawasan di Indonesia. Selain untuk mengembangkan minat olahraga secara profesional, juga untuk mengenalkan potensi-potensi wisata. Di Gunung Tambora, Rinjani, Bromo, Semeru, dam beberapa gunung lainnya, sudah sering digelar event semacam ini,” Tambah Alfan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button