STPPH Buka Program Magister Pariwisata Untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Profesional

0
STPPH buka program

Pariwisata dan tenaga kerja tidak dapat dipisahkan. Tenaga kerja dibutuhkan untuk dapat mengembangkan pariwisata suatu negara, tidak terkecuali Indonesia. Namun Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) melihat di Indonesia masih kurang tenaga profesional  untuk mengembangkan pariwisata nasional. Untuk menambah jumlah tenaga kerja profesional di bidang pariwisata STPPH membuka program magister pariwisata berbasis industri. Pendaftaran program studi S2 itu akan dibuka pada Agustus 2017

“Dibukanya program Magister Pariwisata ini, kami ingin berkontribusi menghasilkan insan pariwisata bagi Indonesia, yang menguasai ilmu di bidangnya, beriman dan memiliki karakter yang memuliakan Tuhan,” papar Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, pada acara peluncuran Program Magister Pariwisata STPPH Diena Mutiara Lemy dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Mei 2017.

Menurut Diena pembukaan program akademis ini tidak akan optimal jika tidak didukung oleh tenaga pengajar yang syarat akan pengalaman. STPPH yang konsisten terhadap pendidikan pariwisata sejak 1995 terus menghadirkan tim pengajar yang kompeten dan berpengalaman, serta networking dengan industri, termasuk untuk program magister pariwisata berbasis industri ini.

Diena menjelaskan, untuk program Magister Pariwisata yang dibuka STPPH ini terfokus pada  pendidikan yang memampukan peserta didik untuk siap membuka bisnis di bidang pariwisata. Dengan begitu Diena optimis akan meningkatkan kulalitas tenaga kerja di bidang bisnis pariwisata.

“Hal ini mengingat bisnis ini masih terbuka luas. Terutama pada empat bidang yaitu bisnis hospitality, travel, destinasi dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Dengan begitu, kami optimis mampu meningkatkan kualitas profesional di bidang bisnis pariwisata indonesia serta mampu mengambil peluang bisnis industri pariwisata yang bertumbuh pesat,” tambah dia.

Meski demikian Diena mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengelola bisnis pariwisata. Tantangan itu yakni kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing tidak hanya dengan sesama lulusan dari pendidikan pariwisata di Indonesia, tetapi juga dengan lulusan di bidang pariwisata dari ASEAN yang semakin terbuka lebar.Diketahui negara di Asia Tenggara juga memprioritaskan program pendidikan seperti ini untuk mengembangkan mengembangkan industri pariwisata yang berdampak pada pengembangan suatu objek wisata di negaranya.

Juga penyediaan infrastruktur yang dapat mengangkat destinasi pariwisata indonesia ke dunia internasional. Terakhir, bagaimana mengangkat pariwisata indonesia menjadi pariwisata yang berkelanjutan, yaitu pariwisata yang bertanggung jawab dan memperhatikan kelanjutan hingga generasi ke depan.

Namun STPPH sudah mengantisipasi hal itu, dengan program studi yang memenuhi kebutuhan pendidikan kepariwisataan yang berwawasan luas, dengan keterampilan di bidang pengembangan dan perencanaan pariwisata, teknik penelitian, studi budaya regional dan lintas budaya serta pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Bahkan, mahasiswa STPPH diperlengkapi dengan berbagai soft skill dan pengetahuan khusus di bidang bisnis pariwisata dengan pelatihan berbasis industri dan studi lapangan.

Magister Pariwisata STPPH terbuka untuk lulusan sekolah tinggi pariwisata dan juga sarjana dari berbagai bidang, namun untuk lulusan di luar bidang pariwisata harus mengikuti matrikulasi. Perkuliahan dilakukan di kampus STPPH Karawaci, Tangerang, setiap Jumat dan Sabtu, sehingga dapat diikuti oleh profesional sambil tetap bekerja.

Launching Magister Pariwisata STPPH dilangsungkan bersamaan dengan dilangsungkannya acara tahunan STPPH yaitu HOSPITOUR. Acara tersebut mengangkat tema “The Role of Tourism Higher Education in Responding to The Dynamic Trends in Sustainable Tourism-Creative Opportunity in Gastronomy”.

Diena berharap melalui HOSPITOUR 2017, dapat membuka wawasan mahasiswa STPPH di bidang gastronomy yang merupakan salah satu sudut pandang bisnis dalam industri pariwisata. Peluang bisniskreatif di bidang gastronomi sendiri juga sangat luas, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempertimbangkan gastronomi sebagai rencana masa depan mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *