Mendapat Antusias Warga, PSMTI Sumut Gelar Kemeriahan Festival Bazar 2.000 Bakcang

0
20250602-141044_festival-1-000-bakcang-psmti-sumut-meriah

Suasana meriah dan semarak begitu terasa di halaman kantor Yayasan Panca Berkah Gunung, Jalan Purwosari Medan, saat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Festival Bazar 1.000 Bakcang, pada Kamis, (29/5/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan rangkaian acara yang sarat budaya, tradisi, dan edukasi ini.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara PSMTI Sumut dengan Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (PERWANTI), Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI), dan Yayasan Panca Berkah Gunung (Po Tat San). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PSMTI Sumut, Lim Hui Tat, yang hadir didampingi jajaran pengurus dari tingkat provinsi hingga kecamatan. Pembukaan ditandai dengan penabuhan genderang khas Tionghoa dan pertunjukan atraksi barongsai dari PTS Shen Hong Indonesia yang memikat perhatian pengunjung.

Antusiasme warga sangat tinggi. Lebih dari 2.000 orang tercatat menghadiri festival sejak pagi hingga sore hari. Festival ini menghadirkan 35 stan UMKM binaan PSMTI dari seluruh Kota Medan, yang menyuguhkan aneka kuliner, produk kerajinan tangan, serta layanan komunitas.

Sesuai dengan tema utamanya, sebanyak 1.000 bakcang dibagikan secara gratis kepada pengunjung pertama yang hadir. Bakcang, makanan tradisional berbentuk segitiga atau silinder dari beras ketan yang dibungkus daun bambu, merupakan sajian khas dalam perayaan Duanwu Jie (Festival Perahu Naga), yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Lunar Tionghoa.

Ketua PSMTI Sumut, Lim Hui Tat, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Festival Bakcang ini bukan hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kebersamaan, cinta tanah air, dan persatuan lintas etnis dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tradisi ini kami hidupkan kembali bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian antarsesama,” ujar Lim Hui Tat.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Frans Chandra, menyampaikan bahwa selain pembagian bakcang gratis, panitia juga menyiapkan undian hadiah menarik (luckydraw) bagi para pengunjung yang beruntung. Acara ini juga menampilkan lomba-lomba kreatif seperti lomba makan dan kreasi bakcang, lomba mewarnai, serta lomba menyanyi.

Lomba mewarnai diikuti oleh 80 siswa tingkat TK dan SD, sementara lomba menyanyi diikuti oleh 40 peserta dari dua kategori usia, yakni usia 11–15 tahun serta dewasa 25 tahun ke atas. Para pemenang lomba mendapat bingkisan menarik dan trofi penghargaan dari panitia.

Festival ini juga diwarnai dengan pagelaran edukasi dari sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya TK, SD, SMP, dan SMA W.R. Supratman Medan, PGTK Millies Kinder, Universitas IBBI, serta PMCI. Tak ketinggalan, pengunjung juga dimanjakan dengan layanan terapi kesehatan mata gratis, yang menjadi bagian dari program kesehatan festival.

Festival Bakcang ini pun dinilai sukses besar oleh panitia maupun pengunjung. Mereka berharap, kegiatan budaya seperti ini bisa terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga semangat multikulturalisme tetap tumbuh dan menjadi kekuatan bagi keberagaman Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *