Strategi Hadapi Krisis Global, Pariwisata Domestik Digenjot
Taman rekreasi menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk berkunjung saat libur lebaran (Foto: Birkom Kemenpar)
El John News, Jakarta-Pemerintah mendorong penguatan sektor pasar wisata domestik sebagai langkah strategis menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Momentum libur Lebaran dinilai menjadi peluang penting untuk menjaga pertumbuhan industri pariwisata nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa konsep wisata jarak dekat atau microtourism menjadi salah satu solusi yang dapat mendorong pergerakan wisatawan di dalam negeri. Dengan pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mengeksplorasi destinasi wisata yang lebih dekat namun tetap memberikan pengalaman yang berkualitas.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus guna mempermudah masyarakat memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.
“Diskon stimulasi transportasi rata-rata untuk udara 18 persen, darat laut 30 persen, kereta api juga 30 persen, dan juga kebijakan work from anywhere yang tentunya bisa menunjang pergerakan wisatawan dalam negeri ke berbagai daerah,” jelas Airlangga saat menjadi pembicara kunci dalam webinar nasional bertema Tourism Under Fire: Dampak Eskalasi Konflik Global terhadap Pariwisata yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni NHI Bandung, Senin (16/3/2026).
Selain pariwisata domestic, pemeritah juga akan memperluas kebijakan bebas visa kunjungan ke lebih banyak negara.
“Berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, kunjungan di Indonesia kepada 169 negara sejak tahun 2015 berhasil memicu pertumbuhan hingga 15 persen. Secara langsung mampu menciptakan 400 ribu tenaga kerja baru. Dan Kementerian Pariwisata mengidentifikasikan 20 negara potensial sebagai langkah cepat di situasi ini,” ujar Airlangga
Langkah lain yang disiapkan adalah membuka peluang rute internasional baru serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil di mata dunia.
“Selanjutnya kita perlu negosiasi rute internasional baru, serta memperkuat branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil,” pungkas Airlangga.
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata tetap mampu bertahan dan terus menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
