Awal Mudik Aman, Tapi Hujan Lebat Masih Mengintai Sejumlah Wilayah

0
unnamed

Ilustrasi masyarakat mudik di tengah cuaca ekstrem (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  melaporkan kondisi cuaca selama awal periode mudik Lebaran 2026 secara umum masih cukup kondusif di sebagian besar wilayah Indonesia. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tidak lengah dalam menghadapi dinamika cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga menekankan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG”

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih dipengaruhi oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Selain itu, keberadaan gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial dan Kelvin turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Menurutnya, kombinasi faktor tersebut ditambah dengan kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil meningkatkan peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada 18–20 Maret, potensi hujan juga diperkirakan meluas ke wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Di sektor penerbangan, BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan luas, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculannya bahkan diperkirakan melebihi 75 persen, sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan.

Tak hanya itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di atas 2,5 meter di Laut Maluku dan perairan utara Papua yang dapat mengganggu transportasi laut. Selain itu, ancaman banjir rob juga diperkirakan terjadi secara bergantian di sejumlah wilayah pesisir, mulai dari Sumatra hingga Nusa Tenggara dan Kalimantan, pada periode 14–19 Maret 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Plh Direktur Meteorologi Publik Ida Pramuwardani mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi BMKG.

Ia juga menyarankan pemudik untuk menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kehati-hatian saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan.

BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang belum terverifikasi kebenarannya, guna menghindari penyebaran hoaks di tengah periode mudik Lebaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *