Perputaran Uang Lebaran 2026 Diprediksi Tembus Rp148 Triliun

0
unnamed (1)

Ilustrasi perputaran uang di momen Lebaran 2026 (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memproyeksikan perputaran uang selama periode Idulfitri 1447 Hijriah mencapai sekitar Rp148,39 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi jumlah pemudik yang mencapai 143,9 juta orang atau setara dengan 35,97 juta kepala keluarga. Setiap keluarga diasumsikan membawa dana rata-rata Rp4,125 juta.

“Hitungan itu di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” kata Sarman, Senin (16/3/2026).

Ia menyebutkan, perputaran uang terbesar diperkirakan terjadi di wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sementara itu, sisanya akan tersebar ke berbagai daerah lain seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Bali, termasuk kawasan destinasi wisata.

Selama periode Lebaran, dana tersebut diprediksi mengalir ke berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi, perdagangan, hingga pariwisata. Pelaku UMKM pun diperkirakan akan merasakan dampak positif melalui peningkatan penjualan, terutama di sektor kuliner, oleh-oleh, dan produk khas daerah.

“Perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan BBM, service kendaraan, serta oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Kemudian baju baru untuk keluarga dan peralatan sholat, THR untuk kerabat dan keluarga, hampers untuk tetangga dan sahabat, aneka makanan dan minuman khas Lebaran untuk menyambut tamu, kebutuhan rumah tangga umumnya bahan pokok pangan seperti daging, ayam, buah dan lain-lain, serta zakat fitrah dan sedekah”

Kadin menilai lonjakan konsumsi rumah tangga selama Lebaran yang diperkirakan meningkat 10 hingga 15 persen dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026, yang ditargetkan berada di kisaran 5,4 hingga 5,5 persen.

“Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I, di mana ada momentum liburan Nataru di awal Januari 2026, kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar Rp9 triliun dan Idul Fitri 1447 H, maka sangat optimis target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,” ujar Sarman.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan dan psikologi masyarakat, terutama terkait ketersediaan energi selama dan setelah Lebaran.

“Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” imbuhnya.

Dengan berbagai faktor tersebut, momentum Lebaran diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penggerak utama roda ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *