Iran Ajukan 5 Syarat ke AS, Kedaulatan hingga Kompensasi jadi Tuntutan

0
0619589f-714d-4768-a43a-5040346914a4

Ilustrasi Iran mengajukan lima syarat kepada Amerika Serikat untuk gencatan senjata (Foto: Generated AI)

El John News-Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran telah melakukan perundingan dengan Washington terkait kemungkinan gencatan senjata.

Melalui unggahan di akun media sosial X Ghalibaf menegaskan bahwa tidak ada proses negosiasi yang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat. Ia bahkan menuding klaim tersebut sebagai informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi pasar global, khususnya sektor keuangan dan minyak.

Menurutnya, narasi soal negosiasi hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari tekanan yang tengah dihadapi Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, pemerintah Iran juga secara tegas menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat. Usulan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari dan memicu ketegangan tinggi di kawasan.

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proposal dari Washington dinilai tidak realistis dan sulit diterima. Dalam dokumen yang disebut berisi 15 poin tersebut, Amerika Serikat mengajukan sejumlah tuntutan yang dianggap merugikan posisi Iran.

Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain permintaan penghentian pengayaan uranium, penyerahan seluruh material nuklir Iran, serta pembukaan akses tanpa batas terhadap Selat Hormuz. Bagi Teheran, tuntutan tersebut dinilai melanggar kedaulatan nasional.

Sebaliknya, Iran justru mengajukan sejumlah syarat sebagai dasar penghentian konflik. Setidaknya terdapat lima poin utama yang disampaikan, berikut syaratnya:

  1. Penghentian pertempuran secara permanen serta penghentian pembunuhan terhadap pejabat
  2. Jaminan tidak akan ada perang atau serangan lanjutan terhadap Iran.
  3. Penghentian seluruh bentuk permusuhan di semua lini, termasuk yang melibatkan kelompok sekutu di kawasan Timur Tengah.
  4. Pemberian ganti rugi dan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat perang.
  5. Pengakuan kedaulatan Iran, termasuk kendali penuh atas Selat Hormuz.

Situasi konflik sendiri masih berlangsung hingga saat ini. Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari dilaporkan menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah Iran.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Eskalasi saling serang tersebut membuat ketegangan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *