Harga Minyak Goreng Naik, Harga Plastik Jadi Pemicu

0
Minyak Goreng Minyak Kita pouch 1 liter Rp. 17.000,-#minyakgoreng #minyakkita #minyakmurah #m

Harga minyak goreng mengalami kenaikan beberapa hari belakangan ini (Foto: Instragram adil alila)

El John News, Jakarta-Kenaikan harga minyak goreng kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah mengakui adanya tren kenaikan tersebut, namun memastikan bahwa pasokan di dalam negeri tetap aman dan tidak mengalami gangguan distribusi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak goreng bukan disebabkan kelangkaan barang, melainkan dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku kemasan plastik. Menurutnya, faktor ini memberi tekanan tambahan pada biaya produksi di tingkat industri.

“Pada prinsipnya stok barang ada, tidak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan aman, memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia menyebutkan, harga minyak goreng rakyat seperti Minyakita saat ini berada di kisaran Rp15.900 per liter, sedikit melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng premium tercatat lebih tinggi, terutama di wilayah dengan kendala distribusi seperti Papua.

“Kalau ketersediaan minyak tidak ada masalah, tetapi faktor dari plastiknya yang harus kita selesaikan,” katanya.

Menurut Budi, sebagian besar produk minyak goreng dijual dalam kemasan plastik, sehingga kenaikan harga bahan baku di sektor hulu secara langsung berdampak pada harga jual di tingkat konsumen. Hal ini turut memengaruhi produk minyak goreng kemasan sederhana yang banyak digunakan masyarakat.

“Salah satu faktornya karena kemasan, karena rata-rata kemasan dari plastik semua, ini berasal dari hulunya,” jelasnya.

Pemerintah saat ini tengah berupaya menstabilkan harga dengan berkomunikasi bersama pelaku industri, khususnya terkait pasokan bahan baku plastik. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar.

“Secepatnya kita harapkan harga mulai stabil, karena kita tidak hanya bicara minyaknya saja, tapi juga faktor plastik yang harus diselesaikan,” tambah Budi.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik memperkuat tren kenaikan harga tersebut. BPS mencatat harga minyak goreng mengalami kenaikan di 207 kabupaten/kota pada pekan ketiga April 2026, meningkat dibandingkan 177 daerah pada pekan sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga minyak goreng kini terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia, seiring meningkatnya biaya produksi di sektor hulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *