Investor Singapura dan Tiongkok Tertarik Kembangkan Danau Toba

0
arief-yahya-4jpg-2iJt

Pemerintah terus menggenjot pengembangan  objek wisata Danau Toba di Sumatera Utara. Pengembangan yang dilakukan pemerintah, salah satunya adalah menawarkan keunggulan Danau Toba kepada Sejumlah investor dari luar negeri.  Sebagai Destinasi Prioritas, Danau Toba pantas  menjadi skala prioritas untuk diperkenalkan kepada para investor.

Hasilnya pun cukup memuaskan, sudah ada dua investor luar negeri asal Singapura dan Tiongkok yang berminat menanamkan modalnya di objek wisata kebanggan warga Toba Samosir ini. Meski sudah ada lampu hijau, kedua investor ini tetap meminta adanya perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan Danau Toba.

“Banyak yang dari Singapura, sudah berkali-kali datang ke sana. Lalu, dari Tiongkok juga kemungkinan akan investasi di sana. Memang untuk pariwisata, investor nomor satu itu dari Singapura dan Tiongkok,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

Menpar mengaku bukan saja investor asing, namun investor lokal juga tertarik  berinvestasi di Danau Toba. Bahkan kabar terbaru, investor lokal ini  siap mengucurkan dananya ke kawasan Danau Toba. Namun saat ditanya nama investor dan  sektor apa saja yang akan diinvestasikan , Menpar enggan memberitahu. Menpar hanya berkata baik  baik investor asing maupun lokal menginginkan agar jalan akses ke Danau Toba diperbaiki.

Demi memrealisasikan rencana investasi tersebut, pemerintah akan terus mendorong perkembangan kawasan wisata Danau Toba dengan melakukan beberapa perbaikan infrastruktur.

Pertama, menjadikan Bandara Silangit menjadi bandara kelas internasional. Proyek ini ditargetkan rampung tahun ini. Menurut Menpar,  Sriwijaya Air menjadi   pesawat pertama yang akan melakukan penerbangan langsung dari Singapura ke Bandara Silangit” “Sekali kita dapat dari Singapura, kita akan bisa dapat dari mana-mana. Karena Singapura itu sebagai hub, orang datang ke sana. Jadi, kita harus mengejar ke sana,” ujarnya.

Kedua, pemerintah akan memperhatinkan infrastruktur jalan. Saat ini sedang digenjot pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi, yang ditargetkan dapat beroperasi penuh tahun ini. Saat ini tol untuk menuju Danau Toba, yakni rute Tebing Tinggi-Parapat masih belum memasuki tahap konstruksi. Namun, dia memastikan pembangunan tol ini masih dalam koridor waktu yang telah ditetapkan. Kalaupun sampai molor, tidak akan lebih dari enam bulan.

Ketiga, pemerintah juga akan mendorong pembangunan jalur Kereta Api. Hingga kini, jalur yang hampir pasti dibangun adalah rute Medan-Siantar, dengan waktu tempuh selama 2,5 jam. Sedangkan untuk menuju Danau Toba, yakni ke Parapat, memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

“Operasinya tergantung anggaran, harusnya tahun ini mulai. Perlu dana sekitar Rp 100 miliar dari APBN. Kalau keretanya dari PT Kereta Api Indonesia (Persero),” ujar Arief.

Danau Toba merupakan salah satu dari 10 kawasan wisata prioritas yang sedang dikembangkan oleh pemerintah. Keseriusan ini dibuktikan dengan membentuk Badan Otorita di setiap kawasan tersebut. Kementerian Koordinator Bidang Maritim telah membuat rencana induk (master plan) mengenai hal ini. Rencananya konsep Danau Toba akan dijadikan Monaco of Asia.

Pengembangan kawasan wisata dilakukan untuk meningkatkan penerimaan devisa dari sektor ini. Pemerintah menargetkan pada 2019 penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencapai US$ 20 miliar, meningkat dua kali dari tahun lalu yang hanya berkisar US$ 10 miliar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *