B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Presiden: Fondasi Indonesia Semakin Kokoh

0
4020IMG-20260709-WA0030 (1)

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan implementasi biodiesel B50 di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina KM 57 Cikatama, Karawang, (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa implementasi Biodiesel B50 menjadi langkah strategis yang tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia. Melalui penggunaan B50, pemerintah memperkirakan Indonesia mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS yang sebelumnya digunakan untuk impor energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Peluncuran Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

“Jadi hari ini, saya ucapkan terima kasih atas semua unsur yang telah bekerja keras. Bayangkan kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar 170 triliun. 10 miliar dolar kita hemat,” ujar Presiden.

Selain menyoroti keberhasilan sektor energi, Kepala Negara juga mengungkapkan potensi besar yang dimiliki Indonesia di bidang sumber daya alam. Presiden menyampaikan bahwa tim ekspedisi ilmiah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah perguruan tinggi, serta didukung TNI menemukan cadangan emas dan berbagai mineral dalam jumlah sangat besar di kawasan Pegunungan Papua.

Menurut Presiden, berbagai potensi tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang bersih agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, ia kembali mengingatkan pentingnya memberantas berbagai praktik yang merugikan negara, mulai dari korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika hingga perjudian daring.

“Masa depan kita sangat baik, sangat cerah. Tinggal kita sekarang merintis terus, meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu kita. Menjaga bangsa kita, menjaga republik kita. Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan. Harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol,” tegas Presiden.

Prabowo juga menilai hasil pembangunan mulai dirasakan masyarakat, terutama kalangan petani. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kesejahteraan petani terus meningkat yang tercermin dari bertambahnya daya beli, kepemilikan kendaraan, hingga semakin banyak petani yang mampu menunaikan ibadah umrah.

“Ini tujuan pembangunan kita. Rakyat kita harus makmur dan kita tidak boleh rendah diri. Kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus nikmati kekayaan itu,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut memberikan apresiasi kepada para peneliti, akademisi, serta jajaran Pertamina yang telah berkontribusi dalam pengembangan biodiesel nasional. Ia berharap inovasi tidak berhenti pada B50, melainkan terus dikembangkan menuju campuran energi nabati yang lebih tinggi.

“Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60,” kata Presiden.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para pihak yang terlibat, Presiden menginstruksikan agar seluruh tokoh yang berperan dalam pengembangan Biodiesel B50 didata untuk memperoleh tanda kehormatan.

Prabowo juga mengenang perjalanan panjang pengembangan biodiesel di Indonesia yang dimulai dari B2,5 pada 2008 hingga kini mencapai B50 melalui delapan tahapan pengembangan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi nasional.

“Tadi saya diberi laporan dari B2,5 tahun 2008 sampai B50 tahun 2026 melalui 8 tahap. Dan tahap B50 adalah tahap ke-8 yang dilaunching oleh Presiden ke-8,” tutur Presiden.

Peluncuran Biodiesel B50 menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Pemerintah optimistis, didukung kekayaan sumber daya alam, inovasi teknologi, dan tata kelola yang baik, Indonesia memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mewujudkan negara yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *