Bandara Bali Utara Masuk RPJMN, Presiden Minta Segera Direalisasikan
Ilustrasi Bandara Bali Baru yang akan dibangun di Kabupaten Buleleng (Foto: Generated AI)
El John News, Jakarta – Pemerintah semakin serius merealisasikan pembangunan Bandara Bali Utara di kawasan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional tersebut diproyeksikan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Pulau Bali.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari), Baringin Panggabean, di Kediaman Presiden di Hambalang, Jawa Barat, balum lama ini. Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan rencana pembangunan Bandara Bali Utara yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Presiden pun memberikan dukungan agar proyek tersebut dapat segera memasuki tahap realisasi.
Pembangunan bandara internasional kedua di Bali dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya arus wisatawan dan keterbatasan kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kehadiran bandara baru di wilayah utara diharapkan mampu mendistribusikan arus penumpang sekaligus membuka akses menuju berbagai destinasi wisata di kawasan Bali Utara yang selama ini belum berkembang secara optimal.
Selain membahas percepatan pembangunan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap kesiapan teknis bandara, terutama kemampuan landasan dan fasilitasnya dalam melayani pesawat berbadan lebar.
Menanggapi hal tersebut, Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri, Baringin Panggabean, menjelaskan bahwa rancangan Bandara Bali Utara sejak awal memang disiapkan untuk mengakomodasi operasional pesawat berbadan lebar, termasuk Boeing 777 dan Airbus A380. Menurutnya, desain tersebut telah mengacu pada studi kelayakan yang memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Proyek Bandara Bali Utara akan dibangun menggunakan skema investasi swasta sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus meningkatkan partisipasi dunia usaha dalam penyediaan infrastruktur nasional.
Pemerintah optimistis kehadiran Bandara Bali Utara akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayah utara, barat, dan timur Pulau Bali. Selain meningkatkan konektivitas, proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa, serta mempercepat pemerataan pembangunan sehingga kesejahteraan masyarakat Bali Utara dapat meningkat secara berkelanjutan.