Kopi Arabika Java Raung Memperlihatkan Tajinya Bagi Pelaku Industri Kopi Mancanegara
Kopi merupakan komoditas utama Indonesia yang berjaya di level internasional. Sehingga akhirnya mendorong daerah-daerah penghasil kopi untuk terus mengembangkan, seperti penghasil Kopi Arabika Bondowoso yang mampu menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi penggemar kopi mancanegara. Kopi dengan label Arabika Java Raung Ijen tersebut mampu mengundang 22 pelaku kopi dunia dari 12 negara untuk datang langsung ke Bondowoso pada Jumat 14 April 2017.
Kehadiran mereka langsung disambut di pendapa kabupaten dan disajikan kopi rakyat Bondowoso. Selain itu mereka juga dibawa ke tempat proses kopi arabika java ijen raung yang berlokasi di Kecamatan Sukosari. Dua belas negara ini terdiri dari Irlandia, Perancis, Spanyol, Inggris, Belanda, Australia, Amerika, Thailand, Singapura, Taiwan, Tiongkok, dan Arab Saudi.
“Bagus! Kopi Indonesia makin mendunia. Kita bukan penghasil kopi terbesar dunia, kita kalah dari Brasil. Tetapi kopi-kopi Indonesia punya karakter yang khas dan berbeda, dari satu daerah dengan daerah lain! Kota kita istimewa,” kata Menpar Arief Yahya.
Syafrudin, Ketua Asosiasi Kopi Spesialty Indonesia (AKSI) mengatakan bahwa mereka ke Bondowoso bertujuan untuk mengenalkan kopi Bondowoso ke dunia internasional. “Sehingga dapat mengangkat derajat petani kopi serta meningkatkan devisa negara” ujar Syafrudin.
Dengan kehadiran dari pelaku kopi dunia diharapkan memberikan dampak positif untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas kopi Bondowoso ini. “Untuk tingkat lokal kopi Bondowoso sudah luar biasa banyak cafe-cafe jadi konsumen, termasuk juga cafe di Australia,” imbuh Syafrudin.
Kedatangan para ahli kopi tersebut, terdapat pula tim spesialty Eropa, dengan ini jadi lebih mudah untuk promosi langsung kopi Bondowoso. “Mereka sudah coba semua dan mengapresiasi kopi Bondowoso,” tukasnya.
Syafrudin menjelaskan bahwa sebelum ke Bondowoso para ahli kopi tersebut sudah pernah melakukan penyicipan kopi Bondowoso di negaranya masing-masing.
Bupati Bondowoso Amin Said Husni menjelaskan bahwa kedatangan para pelaku kopi di negaranya masing-masing ini karena penasaran dan ingin melihat langsung perkebunan kopi Bondowoso dan prosesnya. “Mereka sudah kenal sebelumnya bahwa Bondowoso sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di dunia. Mereka ini juga penasaran dengan bagaimana proses pengolahan dan kebun kopi di Bondowoso,” ujar Amin.
Amin berharap semakin luasnya kopi arabika java raung ijen sebagai kopi arabika spesialty di mancanegara. Dia juga berharap hal ini memberikan nilai tambah bagi petani kopi Bondowoso. “Ini juga sekaligus promo wisata kopi Bondowoso jika mereka kembali ke negara asalnya,” tukas Amin.
warga kebangsaan Belanda yang ikut serta yaitu Team mengatakan, Kopi Arabika Java Ijen Raung dari Bondowoso ini punya rasa yang bagus. Sejak 2011, kopi rakyat yang dikembangkan di cluster perkebunan kopi di Sumber Wringin sudah mulai memasuki pasar ekspor mancanegara. Merunut pada catatan Dishutbun Bondowoso menyebutkan, pada pengiriman tahun pertama, ekspor sebanyak 17,6 ton (1Kontainer). Tahun kedua melonjak sebanyak 12 kontainer atau 236,5 ton. Sedangkan pada 2013 lalu, ekspor mencapai 155,3 ton atau sebanyak 6 kontainer.
AMin mengatakan sejak enam tahun terakhir pihaknya memberikan perhatian besar terkait pengembangan kopi dengan membuat klaster kopi. Pemkab Bondowoso bersama Puslitkoka, Bank Indonesia (BI), dan sejumlah lembaga lainnya, bahu-membahu berkolaborasi melakukan pembenahan budidaya dan kelembagaan petani kopi di Bondowoso.
Kerja keras tersebut memberikan hasil nyata. Saat Temu Lapang Kopi yang diselenggarakan di Kebun Percobaan Andungsari milik Puslitkoka Indonesia, Bupati Amin mengatakan, kopi arabika Java Ijen Raung sudah mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM.
Sejak 2016, Bupati Amin Said Husni mem-branding Bondowoso sebagai Republik Kopi. Branding ini rupanya merangsang tumbuhnya entrepreneur muda untuk memproduksi kopi arabika siap seduh. Kopi siap seduh itu dijual dengan beragam merek, kemasan, dan harga.
