WhatsApp-Image-2017-08-15-at-13.19.35

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten tidak lama lagi akan dilengkapi dengan moda transportasi yang dapat mengakses sejumlah tempat atau terminal yang ada di Bandara Terbesar di Indonesia itu.  Moda transportasi itu  gratis diberi nama “skytrain” atau automated people mover system (APMS). PT Angkasa Pura II sebagai operator yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta memastikan pada tanggal 17 September 2017. Skytrain sudah dioperasikan.

Untuk tahap awal, Skytrain daru dapat melayani satu jalur dengan satu rute yakni dari Terminal 3 ke Terminal 2.
“Insya Allah 17 September kami akan operasikan satu track dan satu rute destinasi dari Terminal 3 ke Terminal 2,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa, 12 September 2017.

 

Kesiapan pengoperasian Skytrain  dilakukan setelah sebelumnya dilakukan uji coba pada bulan Juli 2017 lalu. Hasil cukup memuaskan yakni perjalanan yang ditempun Skytrain selama uji coba sesuai dengan jadwal.
Awal menjelaskan, rangkaian “skytrain” yang nantinya bisa dinikmati gratis itu dapat mengangkut 176 penumpang dalam satu gerbong.

Nantinya, setelah beroperasi dari Terminal 3 ke Terminal 2 pada tahap awal, rute rangkaian “skytrain” akan berkembang menuju bangunan integrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Terminal 1.

Masih di tahap awal pula, “skytrain” akan beroperasi dengan bantuan masinis.

“Sampai Terminal 1 nanti masih pakai driver karena memang dalam periode enam bulan pengoperasian, paling cepat itu baru bisa driverless (tanpa awak masinis). Ada pertimbangan faktor keselamatan dan risiko. Kami ngebut agar November bisa beroperasi penuh,” tuturnya.

“Skytrain” dioperasikan untuk mengakomodasi perpindahan penumpang dari satu terminal ke terminal lainnya. Fasilitas kereta tanpa awak yang diklaim pertama di Indonesia itu menggunakan teknologi automated guided transit (AGT), artinya moda transportasi ini bergerak tanpa bantuan pengemudi.

Skytrain memakai teknologi automated guided transit (AGT) yang merupakan kendaraan pengangkut tanpa pengemudi, terdiri dari beberapa unit dan dijadikan satu rangkaian.

AGT juga menggunakan roda yang berjalan di atas jalur beton dengan roda pengarah tambahan di sisi kiri dan kanan unit kendaraan yang menempel pada dinding beton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *